Jumat, 21 Jun 2019 14:44 WIB

Kontroversi OCD, Diet yang Dipopulerkan Deddy Corbuzier

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Deddy Corbuzier (Hanif/detikHOT) Deddy Corbuzier (Hanif/detikHOT)
Jakarta - Sosok Deddy Corbuzier yang baru saja menjadi mualaf tak bisa lepas dari Obsessive Corbuzier's Diet (OCD), yakni sebuah metode diet kontroversial yang ia populerkan. OCD menerapkan metode diet yang seperti halnya puasa intermitent atau aturan jendela makan.

"Ini sebenarnya diet kuno ya, seperti intermitten fasting. Anda boleh makan apa saja di 8 jam tersebut. Setelah 8 jam Anda makah, Anda tidak boleh makan apapun yang berkalori. setelah minggu kedua masuk 6 jam, minggu ketiga 4 jam," kata Deddy saat berbincang pada talkshow Dr Oz Indonesia beberapa waktu silam.

Metode OCD memiliki empat tingkatan tersendiri. Keempat tingkat OCD dimulai dari 16 jam puasa, 18 jam, 20 jam, hingga akhirnya 24 jam atau sehari satu kali. Banyak orang yang mengaku mendapat hasil signifikan setelah menerapkan pola diet OCD.



Terlepas dari hal itu, tren OCD dianggap bertentangan dengan kaidah pola makan sehat. Dalam guide OCD, salah satu syaratnya adalah tidak boleh sarapan. Deddy menyatakan makan pagi akan menghambat pembakaran lemak saat mulai beraktivitas pagi hari.

Kesimpulannya tersebut menuai kritik dari beberapa pihak. Pasalnya sarapan adalah salah satu cara agar tubuh tetap bugar selama menjalani hari.

"Dengan sarapan nggak akan telmi (telat mikir) di kantor dan kegiatan sehari-hari. Jadi ceria, semangat kerja, sekolah, dan aktivitas sehari-hari sampai siang," papar ahli gizi Prof Dr Ir Hardinsyah, MS.

Selain itu ada beberapa kemungkinan lain yang bisa berdampak pada kesehatan jika melewatkan sarapan seperti risiko diabetes, berat badan mudah naik, penurunan metabolisme bahkan mudah marah karena mood cenderung mudah naik turun.

(kna/up)
News Feed