Minggu, 23 Jun 2019 10:07 WIB

Kadar Obat Bius yang Tewaskan Michael Jackson Sangat Tinggi, Bisa Bunuh Badak

Rosmha Widiyani - detikHealth
Michael Jackson dalam kenangan. Foto: Istimewa Michael Jackson dalam kenangan. Foto: Istimewa
Jakarta - Raja pop Michael Jackson memang telah meninggal pada 2009, namun cerita tentang kematiannya terus berlanjut. Dalam film dokumenter Killing Michael Jackson, 3 detektif yang terlibat dalam investigasi kematian MJ angkat bicara.

"Tubuhnya mengandung cukup propofol yang bisa membunuh seekor badak," kata salah satu detektif Orlando Martinez dikutip dari Mirror.

Dosis yang terlalu tinggi mengakibatkan MJ mengalami henti jantung hingga meninggal di usia 50 tahun. Tim dokter tak mampu menyelamatkan MJ, sementara dokter pribadinya Conrad Murray terkena tuduhan pembunuhan tidak disengaja. Semua lisensi praktik Murray dicabut dan dia dipenjara selama 4 tahun.


Menurut ahli ilmu anastesi Profesor Steve Shafer dari Stanford University, Murray melakukan kesalahan dalam meresepkan obat bius. Propofol adalah obat bius yang bisa digunakan sebelum operasi atau tindakan medis lainnya. Propofol juga diperlukan pasien kritis yang bisa bernapas dengan ventilator.

"Pada dasarnya, Murray menggunakan kantong infus untuk menggantung propofol di tiangnya. Saya pikir dia juga ingin menyembunyikan fakta meresepkan dan menggunakan propofol," kata Shafer.

(up/up)