Senin, 24 Jun 2019 16:55 WIB

Deretan Penyebab 'Beser', Beberapa di Antaranya Penyakit Serius (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kebelet kencing terus-terusan alias beser memang menyebalkan. Foto: Istimewa Kebelet kencing terus-terusan alias beser memang menyebalkan. Foto: Istimewa
Jakarta - Beser alias terlalu sering kencing memang sangat menyebalkan karena membuatmu harus bolak-balik ke toilet. Baru saja ke toilet, beberapa menit lagi rasa kebelet kencing langsung menyerang kembali.

Umumnya kita mengetahui kalau beser hanya timbul saat kita terlalu banyak minum. Namun, dirangkum dari WebMD, rupanya masih ada kondisi lain yang menjadi penyebab, bahkan beberapa di antaranya adalah penyakit serius. Berikut adalah deretannya:


1. Terlalu banyak minum
Teknisnya, saat tubuh terlalu banyak cairan baik dari air maupun makanan, kita akan menjadi sering kencing. Terlalu banyak cairan bisa menurunkan kadar garam dalam darah menjadi tidak sehat. Minumlah yang cukup untuk menjaga urine tetap bening atau kuning cerah, namun tidak terlalu sering. Jika minum teratur, rata-rata orang pergi ke toilet untuk kencing tiap 4 jam sekali.

2. Infeksi saluran kencing
Kondisi ini menyebabkanmu akan sering kencing. Bakteri menginfeksi ginjal, kandung kemih atau saluran yang menyambungkannya satu sama lain dan ke 'pintu keluar'. Kandung kemih akan membengkak dan tidak bisa menahan banyak urine. Gejala lainnya adalah timbulnya demam, menggigil, mual dan nyeri di sisi tubuh atau bagian bawah perut.

3. Diabetes mellitus
Baik diabetes tipe 1 dan tipe 2 akan menaikkan kadar gula dalam darah. Ginjal akan berusaha untuk menyaringnya, namun tak selalu bisa bertahan, sehingga gula tersebut akan mengendap dalam urine (karena itu disebut kencing manis). Hal ini menyebabkan tubuh menarik semua cairan dan membuat kita beser. Rasa ingin kencing terus-menerus adalah tanda utama dan yang paling sering dari diabetes.

4. Diabetes insipidus
Diabetes ini merupakan kondisi yang berbeda dari diabetes tipe 2 maupun 2. Dalam kondisi ini, tubuh tidak bisa menggunakan atau membuat vasopressin, hormon yang memerintahkan ginjal untuk melepas air ke dalam darah saat kita membutuhkannya. Gejala lain yang ditimbulkan adalah kelelahan, rasa mual, pusing dan kehausan yang amat sangat dan juga kending nyaris 15 liter tiap harinya, atau lima kali lebih dari normal.


5. Efek diuretik
Mengonsumsi apapun yang mengandung efek diuretik, seperti teh ataupun kopi, dan pil diuretik yang biasa menangangi hipertensi dan masalah hati serta ginjal, bisa membuat kita beser. Hal ini disebabkan ginjal melepaskan sodium lebih banyak ke urin. Kondisi ini membuat tubuh kekurangan sodium dan potassium yang bisa berdampak buruk. Gejala selanjutnya adalah pusing, nyeri dan mual.

6. Sindrom nyeri kandung kemih
Atau yang biasa kita kenal dengan anyang-anyangan, sindrom ini membuat kita merasa kebelet kencing namun hanya sedikit yang keluar. Beberapa merasakan sakit di bagian bawah perut yang semakin memburuk saat kencing atau berhubungan intim. Hal ini bisa terjadi saat jaringan kandung kemih membengkak dan menjadi sangat sensitif.

7. Batu ginjal
Mineral dan garam bisa terbentuk jadi bebatuan kecil di ginjalmu. Kamu akan terus merasa bahwa kamu akan terus sering kebelit namun hanya sedikit urine yang keluar. Selain itu, bisa jadi terasa mual, demam, menggigil dan nyeri di sisi dan punggung yang bercabang hingga bagian selangkangan. Kelebihan berat badan, dehidrasi, diet tinggi protein dan riwayat keluarga bisa memperbesar risiko. Batu ginjal bisa keluar sendiri atau butuh operasi.

8. Kehamilan
Saat bayi tumbuh di dalam rahim wanita, bayi ini membutuhkan banyak ruang dan menekan kandung kemih, sehingga membuat para ibu hamil sering besert. Namun sebelum bayi bertumbuh besar, saat masih berbentuk orok ia sudah memicu tubuh membuat hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin yang membuatmu lebih sering kencing.

(frp/up)