Senin, 24 Jun 2019 19:04 WIB

Gejalanya Nyaris Sama, Ini Beda Bronkitis dan Penyakit Paru Lainnya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Bronkitis disebabkan oleh paparan zat berbahaya. (Foto: iStock) Bronkitis disebabkan oleh paparan zat berbahaya. (Foto: iStock)
Jakarta - Penyakit paru, termasuk bronkitis, umumnya punya gejala serupa yang terjadi pada pasiennya. Gejala tersebut adalah sesak napas dan batuk berdahak yang terjadi dalam waktu tidak sebentar.

Dengan gejala yang nyaris sama, dokter ahli dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr Budhi Antariksa, SpP, PhD menyarankan pasien segera ke dokter untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan menentukan langkah pengobatan yang harus dilakukan pasien.


"Gejalanya memang sama padahal beda. Nah perbedaan ini hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan dan hasil diagnosa dokter. Pemeriksaan ini misal tes dahak dan fungsi paru," kata dr Budhi.

Berikut sekilas penjelasan terkait gangguan paru pada pasien.

1. Bronkitis
Penyakit bronkitis disebabkan paparan zat berbahaya yang mengakibatkan peradangan pada dinding dan saluran utama paru. Bronkitis tidak diakibatan infeksi bakteri atau virus seperti paru lainnya.

"Gejala utama bronkitis adalah sesak napas dan batuk berdahak. Jika ditemukan gejala tersebut segera ke dokter supaya peradangan tidak makin luas dan segera sembuh. Fungsi paru pada pasien bronkitis biasanya turun," kata dr Budhi.

2. TBC
TBC atau tuberculosis adalah penyakit yang diakibatkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya diketahui lewat uji dahak. Hasil tes menjadi pembeda dengan gangguan paru lain akibat infeksi misal pneumonia.

"Pengobatan TBC perlu waktu 6 bulan hingga 1 tahun sedangkan pneumonia 5 hari hingga 2 minggu. Kuman TBC yang menyerang paru bersarang di bagian alveoli sehingga mengganggu distribusi oksigen ke darah," ujar dr Budi.

3. Asma
Batuk dan sesak napas menjadi gejala khas pada penderita asma. Namun gejala tersebut umumnya diakibatkan kondisi atau zat tertentu yang ditemukan di sekitar pasien, misal udara dingin atau menghirup asap kendaaraan.

"Asma ini adalah reaksi hiperaktif hingga menimbulkan sesak napas. Hasil tes biasanya membuktikan adanya penyempitan pada saluran napas. Yang bisa dilakukan adalah menghindari zat atau kondisi yang bisa mengakibatkan alergi," kata dr Budhi.

(up/up)
News Feed