Selasa, 25 Jun 2019 12:50 WIB

Berisiko Tularkan Rabies, Ini yang Harus Dilakukan Saat Digigit Anjing

Firdaus Anwar - detikHealth
Luka gigitan anjing harus segera ditangani agar tidak jadi sumber masuknya penyakit. (Foto: Thinkstock) Luka gigitan anjing harus segera ditangani agar tidak jadi sumber masuknya penyakit. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Anjing adalah salah satu hewan peliharaan populer. Karena hidup anjing yang sering berdampingan dengan manusia, risiko terjadi kejadian tak diinginkan seperti serangan mengigit orang lain mungkin sulit dihindari sepenuhnya dalam populasi.

Sebagai contoh baru-baru ini muncul kasus seorang anak 6 tahun di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), digigit anjing peliharaan diduga milik artis. Kaki sang anak mengalami luka dan orang tuanya berencana melaporkan kejadian pada polisi.


Terkait hal tersebut dr Andi Muhardi yang pernah menjabat sebagai Direktur Pengendalian Penyakit Binatang Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa luka karena gigitan anjing harus segera ditangani. Hal pertama yang harus diwaspadai adalah risiko tertular rabies.

"Penting mengenal rabies, jika digigit harus ada tindakan cepat seperti dicuci pakai detergen atau sabun selama 10 sampai 15 menit. Karena kalau sudah ada gejala rabies pada manusia maka akan meninggal," kata dr Andi beberapa waktu lalu.

Sesudah luka dibersihkan maka langkah selanjutnya memberikan antiseptik untuk meminimalisir risiko infeksi. Jahitan mungkin juga diperlukan bila luka koyakan karena gigitan anjing cukup parah.

Sebagai tindakan pencegahan jangan lupa penyuntikan vaksin anti rabies dan serum anti rabies. Menurut dr Andi beberapa orang mungkin menunggu sampai timbul gejala, padahal kalau sudah demikian korban sulit diselamatkan.

"Kalau sudah timbul gejala itu justru yang bahaya. Sudah pasti tidak akan selamat alias meninggal," pungkas dr Andi.



Waspada! Wabah Rabies Serang Kabupaten Sumbawa:

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)
News Feed