Rabu, 26 Jun 2019 08:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Disebut Tak Sehat, Begini Tanggapan Komunitas Gowes

Widiya Wiyanti - detikHealth
Komunitas sepeda bersepeda setiap hari ke kantor. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Komunitas sepeda bersepeda setiap hari ke kantor. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Selasa (25/6) pagi kemarin, kualitas udara di Jakarta dinilai tidak sehat oleh situs penyedia peta polusi udara online, AirVisual. Nilai air quality index (AQI) sempat mencapai angka 216 atau masuk ke kategori 'very unhealthy'.

Ketua Komunitas Bike To Work (B2W), Poetoet Soedarjanto justru mengatakan bahwa udara di Jakarta tidak jauh berbeda dari kondisi udara sebelumnya sehingga tidak membuat masalah yang cukup signifikan.

"Berbasis pengalaman saya sendiri, sejauh ini nggak ada masalah ya," ujarnya kepada detikHealth.

"Benar bahwa saya menghirup banyak polutan tetapi karena saya bersepeda maka jantung paru saya juga memompa polutan tadi keluar lebih banyak," lanjut Poetoet.



Meskipun kualitas udara di Jakarta tidak sehat, Poetoet merasa dengan hobinya bersepeda bisa menjaga tubuhnya untuk melawan kualitas udara yang tidak baik. Sehingga kualitas udara di Jakarta tidak memengaruhi kesehatannya.

"Alhamdulillah setiap tahun MCU (medical check up) nggak ada persoalan dengan kesehatan, banyak kawan yang rutin ber-bike2work juga demikian," tuturnya.

AirVisual memakai AQI yang mempertimbangkan enam jenis polutan utama yaitua PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon di permukaan tanah. Enam polutan utama itu dikalkulasikan menjadi angka AQI. Rentang nilai AQI adalah 0-500. Semakin tinggi nilai AQI maka semakin tinggi tingkat polusi udara.

Bagaimana menurut kamu, apakah kualitas udara saat ini cukup nyaman untuk olahraga? Tuliskan pendapatmu di komentar ya.



Akui Udara Jakarta Kotor, Anies: Yang Ngotorin Kita Semua:

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed