Video berdurasi delapan menit tersebut diunggah pada waktu yang sama sebelum Etika dilaporkan menghilang. Di dalamnya ia meminta maaf sudah menjauhi orang-orang dan mengaku menderita penyakit mental.
Etika juga berbicara tentang bahaya media sosial, menyarankan pada para penggemar agar jangan terlalu sering menggunakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Media sosial dapat memberi bayangan tentang apa saja yang kamu inginkan dalam hidup lalu meledak secara tidak proporsional... Ini yang menggerogoti diri saya," kata Etika dalam video terakhirnya yang berjudul I'm sorry seperti dikutip dari BBC, Rabu (26/6/2019).
Belakangan polisi mengkonfirmasi pada Senin (24/6) telah menemukan jenazah Etika mengapung di sungai sebelah selatan Manhattan.
Kanal Youtube dan Twitch Etika sudah dihapus namun beberapa akun media sosialnya masih ada. Beberapa teman dan Youtuber lain mengucapkan belasungkawa lewat media sosial.
"Penyakit mental bukan becandaan, juga bukan sesuatu yang harus kamu simpan di dalam diri. Saya juga pernah beberapa kali berjuang menghadapinya. Ketika itu terjadi cari bantuan, tidak peduli seberapa merasa tidak berdayanya kamu. Tidak ada satupun orang yang benar-benar sendirian di dunia ini," ungkap gamer profesional CBass.
Di Indonesia ada beberapa layanan yang bisa kamu hubungi bila menghadapi masalah krisis kejiwaan atau merasa ada dorongan bunuh diri. Hotline 119 misalnya yang oleh Kementerian Kesehatan disebut bisa memberikan layanan konseling pencegahan bunuh diri.











































