Rabu, 26 Jun 2019 17:54 WIB

Biar Tak Makin Parah, Yuk Kenali Gejala Sakit Maag

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi maag. Foto: Shutterstock Ilustrasi maag. Foto: Shutterstock
Jakarta - Seiring kesibukan yang makin meningkat, risiko terkena gangguan maag makin besar akibat pola makan yang tidak teratur. Maag juga bisa diakibatkan infeksi bakteri Helicobacter pylori atau efek samping konsumsi obat, yang biasanya disebut gangguan organik.

Gangguan maag yang bersifat fungsional dan organik punya gejala yang khas. Pasien biasanya mengeluh nyeri di bagian ulu hati, mual saat makan, serta tidak nafsu makan hingga terjadi penurunan berat badan.

"Nyeri patut diperhatikan bila muncul di usia lebih dari 45 tahun. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan endoskopi atau Ultrasonography (USG) untuk mengetahui bila ada gangguan maag organik," kata ahli pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo, Prof Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH.


Kewaspadaan harus makin meningkat bila gejala tersebut disertai tanda alarm lainnnya. Misal feses yang berwarna hitam, muntah yang disertai darah, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, dan lemas hingga terlihat pucat.

Pemeriksaan endoskopi memungkinkan ditemukannya berbagai gangguan maag organik dengan gejala tersebut, sehingga bisa ditangani secepatnya. Gangguan ini misalnya luka pada kerongkongan dan tukak pada lambung atau usus 12 jari. Polip atau tumor ganas juga bisa ditemukan lewat pemeriksaan endoskopi pada saluran cerna bagian atas.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)