Minggu, 30 Jun 2019 09:24 WIB

Alasan Berjalan 'Nyeker' Lebih Sehat untuk Olahraga Pagi Ini

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Jalan nyeker lebih sehat, ini alasannya. Foto: Thinkstock Jalan 'nyeker' lebih sehat, ini alasannya. Foto: Thinkstock
Jakarta - Berjalan kaki nyeker atau tanpa alas kaki mungkin bagi sebagian orang terdengar tidak nyaman. Akan tetapi studi ini memberikan alasan terbaik mengapa berjalan nyeker bisa jadi olahraga pagi yang lebih sehat yang bisa kamu lakukan.

Saat kita berjalan telanjang kaki, kulit di telapak kaki secara alamiah membentuk calluses atau kapalan. Kapalan terjadi karena kulit yang menebal, berfungsi untuk melindungi kaki dan membuat kita berjalan semakin nyaman.

Dikutip dari Live Science, saat mengenakan alas kaki, menurut studi yang dipublikasikan pada 26 Juni pada jurnal Nature, mengurangi kepekaan di kaki dan mengganggu transfer dampak tekanan dari kaki ke sendi kaki ke atas.

Studi yang dilakukan peneliti dari beberapa institut di Amerika Serikat, Jerman dan Afrika ini menegaskan walau studinya memang hanya mengenai evolusi manusia terkait dengan berjalan nyeker, namun mereka juga menyebutkan berjalan nyeker bisa memiliki manfaat kesehatan jangka panjang yang patut untuk dipelajari.

"Sangat menyenangkan untuk mencari tahu bagaimana tubuh kita berevolusi untuk berfungsi. Manfaat sensori dari berjalan telanjang kaki bisa jadi sangat baik untuk kesehatan, namun sangat perlu untuk dipelajari," tutur Daniel Lieberman, profesor evolusi biologi manusia di Harvard University dan partner ketua studi tersebut.


Berjalan nyeker telah dilakukan manusia sebelum munculnya penemuan alas kaki, sekitar 8.000 tahun yang lalu. Studi yang mempelajari lebih dari 100 orang dewasa, kebanyakan dari Kenya, dan setengahnya lebih sering berjalan nyeker, setengahnya lagi lebih sering menggunakan sepatu.

Pada mereka yang berjalan nyeker, ketebalan kapalan tidak mengganggu kemampuan kaki untuk merasakan sensasi tanah saat berjalan, jelas berbeda ketika mengenakan sepatu. Kapalan yang terlalu tebal bahkan bisa melindungi kaki dari panas atau object tajam, memberikan rasa nyaman dan aman, seperti sepatu.

Reseptor sensori juga masih menyalurkan sinyal ke otak, yang bisa membantu kita menjaga keseimbangan, menguatkan otot dan membentuk koneksi saraf yang kuat antara kaki dan otak. Thomas Milani, salah satu peneliti dari Jerman menganjurkan berjalan nyeker untuk bayi dan anak-anak untuk menstimulasi perjalanan saraf ke otak agar meningkatkan tumbuh kembang mereka.

Para peneliti juga menemukan bahwa berjalan di sepatu mungkin meminimalisir dampak dari langkah kaki, namun justru membawa tekanan pada otot yang lebih besar dibanding mereka yang berjalan nyeker. Sehingga, diduga bisa memberikan dampak kesehatan pada lutut dan pinggang, dan sangat penting untuk diteliti lebih jauh, tandas mereka.



Simak Video "Barre, Olahraga dengan Perpaduan Balet dan Pilates "
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)