Minggu, 30 Jun 2019 12:58 WIB

Pemeran Killmonger di 'Black Panther' Akui Punya Masalah Kejiwaan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Michael B Jordan, pemeran Erik Killmonger di Black Panther. Foto: Istimewa Michael B Jordan, pemeran Erik Killmonger di Black Panther. Foto: Istimewa
Jakarta - Erik Killmonger merupakan salah satu tokoh antagonis 'supervillain' yang muncul dalam film Black Panther pada tahun 2018 lalu. Killmonger diperankan oleh aktor Michael B. Jordan dengan apik, namun di balik itu ada 'bayaran' yang sangat besar baginya.

Saat berbincang-bincang dengan Oprah Winfrey dalam acaranya, Michael mengaku ia terlalu sibuk hingga merasa sangat kesepian hingga kejiwaannya terganggu. Usai menggarap film, Michael langsung mencari bantuan profesional agar ia bisa kembali ke dirinya sendiri yang 'normal' dan tidak menarik diri.

"Aku menjalani terapi, aku mulai berbicara engan orang lain, mulai beranjak sedikit demi sedikit. Aku sendirian, aku mengisolasi diriku sendiri. Aku (dulunya) menghabiskan banyak waktu sendirian," kata Michael dalam wawancara tersebut, dikutip dari Live Strong.

Michael menyebut hal ini mungkin disebabkan ia terlalu mendalami sosok Killmonger yang ia perankan, di mana ia sangat kesepian di masa kecilnya dan ia tak punya banyak orang untuk diajak bicara. Kemudian ada fakta lain soal ras dan perundungan yang begitu dekat dengan kehidupannya sendiri.

Hal ini merupakan hal yang sangat normal terjadi pada aktor, di mana mereka 'terjun' terlalu dalam pada psikologi di balik karakter yang mereka perankan, namun berakhir terperangkap dalam jebakan emosional.


"Aku nggak punya cara untuk terbebas. Dan saat proses (pengambilan film) selesai, aku masih terperangkap dalam pemikiran itu. Membuatku terperangkap. Aku menyingkirkan rasa cinta, aku tak menginginkannya. Aku hanya ingin berada di tempat sepi ini selama mungkin," imbuhnya.

Ia juga mengaku bahwa sangat 'sulit' untuk keluar dari karakter yang ia perankan dan kembali menjadi dirinya sendiri. Karena itulah ia memutuskan untuk mencari bantuan terapis yang ia sebut sangat membantu.

Michael juga ingin melepaskan stigma soal pria dan terapi. Menurutnya, hanya berbicara pada orang lain saja sudah sangat membantunya. Kebanyakan para pria enggan untuk mengobati diri mereka ke profesional karena gengsi atau rasa takut.

Beberapa studi memang menyebutkan ada beberapa alasan mengapa pria jarang mencari bantuan profesional untuk menangani kesehatan mental mereka. Salah satunya adalah kesulitan mereka untuk berdiskusi secara terbuka dan mengekspresikan emosi karena peran maskulin mereka, serta ketakutan orang sekeliling mereka akan merendahkannya apabila mereka mencari bantuan.

Pada akhirnya, kebanyakan dari mereka lebih memilih menenggelamkan diri mereka dengan obat-obatan atau alkohol atau terlibat dalam kekerasan. Michael B. Jordan berharap setelah ini mulai banyak pria yang sadar bahwa mereka butuh bantuan dan harus 'menjemput' bantuan mereka, tanpa perlu malu, gengsi, ataupun takut.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/kna)