Selasa, 02 Jul 2019 07:31 WIB

Merokok, Obesitas, dan Sederet Alasan Kualitas Sperma Menurun

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi sperma yang berkualitas. Foto: iStock Ilustrasi sperma yang berkualitas. Foto: iStock
Jakarta - Sebuah studi di tahun 2017 yang dipublikasikan di jurnal Human Reproduction Update menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma lebih dari setengah dalam empat dekade data. Penurunan jumlah dan kualitas sperma ini cukup mengkhawatirkan karena dampaknya cukup besar dalam kesuburan.

Terganggunya kesuburan juga bisa menghambat upaya kamu saat berusaha untuk mendapatkan keturunan. Namun tenang, penurunan jumlah sperma biasanya disebabkan oleh faktor kesehatan dan gaya hidup yang bisa diubah. Dirangkum dari Fox News, berikut adalah sederet di antaranya:


1. Obesitas
Obesitas menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak diidap di dunia. Jumlah sperma yang menurun biasanya terkait dengan terlalu banyak lemak tubuh dan indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Obesitas menurunkan kadar testosteron yang mendorong produksi sperma. Tidak mudah memang untuk menurunkan berat namun dengan melakukannya dan mengurangi ukuran pinggang dapat meningkatkan kesuburan.

2. Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 biasanya disebabkan oleh kegemukan atau obesitas juga dikaitkan dengan kadar testosteron yang rendah dan infertilitas. Menurunkan badan dan mengatur diabetes bisa meningkatkan kadar testosteron untuk mendorong produksi sperma.

3. Merokok
Merokok telah terbukti dapat menurunkan kesuburan pada pria. Karena merokok berdampak pada volume, jumlah, dan pergerakan sperma serta kemampuannya untuk berenang. Oleh karena itu jika sedang ingin berusaha memiliki anak, pria harus menyetop merokok terlebih dahulu.

4. Alkohol
Konsumsi alkohol yang berlebihan bisa menyebabkan infertilitas, karena menyebabkan impotensi dan mempengaruhi kualitas sperma. Sebuah studi terbaru pada sejumlah pria di Denmark menemukan bahwa pemabuk berat memiliki 33 persen jumlah sperma yang lebih rendah dan 51 persen sperma yang memiliki tampilan normal ketimbang pria yang hanya meminum sedikit atau tidak sama sekali.


5. Obat-obatan
Jika kamu ingin mempunyai anak, maka jangan sampai suami atau istri masih menggunakan obat-obatan, apalagi yang terlarang seperti narkoba. Narkoba bisa mengganggu DNA dan menyebabkan masalah, serta mengurangi jumlah sperma secara dramatis.

6. Air panas dan sauna
Testis pria harus tetap berada dalam suhu lebih dingin dari keseluruhan tubuh agar bisa memproduksi sperma. Itulah alasan mengapa mereka 'menggantung' di luar dan bukan berada di dalam penis. Akan tetapi, bila seorang pria keseringan berendam dalam air panas, sauna atau jacuzzi tentu bisa menurunkan produksi sperma.

7. Boxers vs celana dalam
Setelah bertahun-tahun jadi kontroversi dan studi berkonflik, sebuah studi menyebutkan bahwa pria yang memakai boxer memiliki jumlah sperma lebih banyak ketimbang mereka yang memakai celana dalam ketat. Mereka yang mengenakan boxer juga memiliki kadar hormon penstimulasi folikel yang lebih rendah, yang menunjukkan lingkungan sehat bagi sperma.



Simak Video "Ingin Memperbanyak Produksi Sperma? Ini Caranya!"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)