Selasa, 02 Jul 2019 14:45 WIB

Usus Buntu, Mulai dari Gejala hingga Pengobatannya

Niken Widya Yunita - detikHealth
Usus Buntu, Mulai dari Gejala hingga Pengobatannya/Foto: iStock Usus Buntu, Mulai dari Gejala hingga Pengobatannya/Foto: iStock
Jakarta - Usus buntu adalah usus yang menggantung alias buntu tidak tersambung dengan bagian lain. Bagaimana gejala hingga pengobatannya?

Usus buntu merupakan organ berbentuk kantong kecil, tipis, berukuran 5 hingga 10 cm. Kalau kamu terkena usus buntu, maka akan nyeri di perut kanan bagian bawah.

Radang ini terjadi paling sering pada usia 10 sampai 30 tahun. Penyakit usus buntu bisa disebabkan sumbatan sebagian atau total pada usus buntu. Umumnya bisa ditangani dengan tindakan operasi.

Lalu bagaimana gejala penyakit usus buntu?

1. Rasa sakit dimulai di sekitar pusar dan sering juga di bagian bawah kanan perut.
2. Rasa sakit akan semakin terasa selama beberapa jam.
3. Rasa sakit akan semakin timbul jika daerah perut bagian kanan bawah ditekan dan kemudian tekanan dengan cepat dilepaskan.
4. Nyeri yang memburuk ketika sedang batuk, berjalan atau melakukan gerakan lain yang mengguncang tubuh.
5. Kehilangan nafsu makan
6. Mual dan muntah karena adanya hambatan pada usus.
7. Demam
8. Sembelit
9. Ketidakmampuan untuk membuang gas.
10. Diare
11. Perut yang terlihat membengkak

Untuk ibu hamil, rasa nyeri bisa muncul pada perut bagian atas. Hal ini karena posisi usus buntu lebih tinggi saat hamil.

Penyebab Usus Buntu

Faktor-faktor penyebab seseorang mengalami radang usus buntu, antara lain:

1. Hambatan pada pintu rongga usus buntu

2. Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu karena infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh lainnya

3. Tinja atau pertumbuhan parasit yang menyumbat rongga usus buntu

4. Cedera pada perut

5. Kondisi medis, seperti tumor pada perut.

Ada juga yang menganggap cabai atau jambu beserta bijinya merupakan makanan penyebab usus buntu. Anggapan itu tidak benar namun juga tidak salah. Radang usus buntu terjadi karena ada penyumbatan di wilayah ini. Penyumbatan ini yang paling sering adalah dari sisa-sisa makanan yang berupa tinja atau feses.

Sisa-sisa makanan dan tinja yang mengeras akan terjebak di lubang rongga sehingga menimbulkan penyumbatan. Penyumbatan ini membuat bakteri atau virus terperangkap di dalam usus buntu sehingga bisa memicu terjadinya infeksi yang membuat radang usus buntu.

Untuk mencegah peradangan usus buntu disarankan sering mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah. Serat yang dikonsumsi bisa membantu proses pencernaan dan mencegah tinja terlalu lama di dalam usus.



Pengobatan Usus Buntu

Untuk radang usus buntu akut, operasi perlu dilakukan. Hal ini untuk mencegah kemungkinan pecahnya usus buntu. Namun waktu operasi bisa ditunda tergantung dari kondisi pasien. Namun disarankan untuk tidak menunda terlalu lama.

Namun usus buntu ringan tidak perlu dilakukan operasi. Cukup diobati dengan antibiotik namun harus dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/lus)