Rabu, 03 Jul 2019 07:36 WIB

60 Persen Calon Jemaah Haji Punya Riwayat Sakit Berat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi jemaah haji. Foto: Fuad Fariz Ilustrasi jemaah haji. Foto: Fuad Fariz
Jakarta - Tahun ini, kuota jemaah haji Indonesia mengalami penambahan sebanyak 10 ribu jamaah dengan total 231.000 jemaah. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak di dunia.

Rata-rata jamaah haji di Indonesia berusia lanjut atau lansia yang membuat mereka juga mengalami beberapa masalah kesehatan dengan risiko tinggi.

"60 persen calon jemaah haji punya risiko tinggi. Risiko ini ada dua, berangkat dengan risiko mendapat penyakit baru atau risiko sakitnya makin parah," sebut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Eka Jusup Singka, kepada detikHealth, Selasa (2/7/2019).


"Kebanyakan dari calon jemaah haji mengidap PTM (penyakit tidak menular) seperti jantung, infeksi saluran pernapasan paru dan penyakit degeneratif termasuk diabetes melitus," sambungnya.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi menuturkan terdapat tes kesehatan sebanyak 3 kali bagi calon jemaah haji. Adapun waktunya yakni saat mendapat nomor keberangkatan, 3 bulan sebelum berangkat, dan ketika di embarkasi pemberangkatan.

"Pemeriksaan akhir akan menentukan layak atau tidaknya jemaah berangkat ibadah haji. Bukan berarti tenaga kesehatan yang menentukan pergi atau tidaknya beribadah haji, namun ini berkaitan dengan istitaah atau kemampuan jemaah dalam menjalankan ibadah haji," pungkas Oscar.



Simak Video "Viral! ODGJ Bantu Buka Jalan Ambulans di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/frp)