Rabu, 03 Jul 2019 16:26 WIB

Dokter Sebut Terapi Infus Kromosom Bisa Miliki Efek Samping Berbahaya

Kintan Nabila - detikHealth
Ilustrasi infus kromosom untuk kecantikan. Foto: iStock Ilustrasi infus kromosom untuk kecantikan. Foto: iStock
Jakarta - Untuk mendapatkan hasil kulit putih yang permanen, terapi infus kromosom tidak cukup dilakukan sekali saja. Terlebih jika sering terpapar cahaya matahari, maka kulit akan kembali ke warna semula.

Sayangnya melakukan infus kromosom berkali-kali memiliki efek samping yang berbahaya. Menurut dr Dewi Ema Anindia dari Ambrosia Klinik & Estetika, efek sampingnya bisa berpengaruh pada ginjal.

"Efek sampingnya kemungkinan besar bisa berpengaruh ke fungsi ginjal, alergi hingga kematian," katanya kepada detikHealth, Rabu (3/7/2019).



dr Ema juga mengingatkan, sebelum melakukan terapi infus kromosom ini, pasien harus memenuhi prosedur tertentu, seperti berada pada kondisi tubuh sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit ginjal.

Infus kromosom ini disebut-sebut berisikan stem cell dan vitamin C yang diklaim bisa memutihkan kulit. Namun dr Widya Eka Nugraha, MSi Med, konselor genetika dari RS Medika Dramaga Bogor mengatakan belum ada satu pun penelitian yang membuktikan manfaatnya sebagai terapi genetik maupun anti-aging.

"Secara teori, memberikan kromosom lewat metode infus adalah sesuatu yang tidak dianjurkan karena belum jelas manfaatnya untuk apa," tandasnya.



Simak Video "Kata dr. Tompi Soal Filler dan Fat Transfer"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)