Rabu, 03 Jul 2019 16:45 WIB

Ngeri! Ini Beragam Komplikasi Penyakit yang Timbul Akibat Diabetes

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Penyakit diabetes atau kencing manis tidak hanya menyerang tubuh sendirian, namun juga bisa menimbulkan komplikasi. Ada berbagai penyakit yang muncul akibat dari kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh.

Penyakit diabetes ini terjadi akibat ketidakmampuan organ pankreas dalam menghasilkan hormon insulin atau akibat terganggunya kerja hormon insulin. Hormon ini berperan sebagai pengatur kadar gula darah.

Hormon insulin berfungsi sebagai 'kunci' agar glukosa di dalam darah dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi. Ada beberapa faktor risiko diabetes, baik keturunan maupun gaya hidup. Faktor gaya hidup di antaranya berat badan berlebih, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.


Nah, jika kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes, maka bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi berbahaya. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF), beberapa komplikasi yang dapat menyerang penderita diabetes antara lain gangguan penglihatan, penyakit jantung, gangguan gigi dan mulut, kerusakan ginjal, serta gangguan sistem syaraf.

Penderita diabetes memiliki risiko terkena penyakit jantung yang lebih tinggi, hingga 2-3 kali lipat. Bahkan, penyakit jantung diketahui sebagai penyebab kematian dan disabilitas yang paling utama pada penderita diabetes.

Gangguan penglihatan pada penderita diabetes terjadi akibat kerusakan pembuluh darah di retina karena tidak terkontrolnya kadar gula darah. Diketahui bahwa 1 dari 3 penderita diabetes mengalami gangguan penglihatan yang menyebabkan kaburnya penglihatan hingga kebutaan.

Selain itu, penderita diabetes juga memiliki risiko mengalami kerusakan ginjal hingga 10 kali lipat lebih tinggi. Kondisi diabetes dan gangguan ginjal ini juga berkaitan erat dengan penyakit darah tinggi atau hipertensi.


Gangguan sistem syaraf pada penderita diabetes dapat menyebabkan berbagai macam keluhan seperti gangguan sistem pencernaan dan fungsi seksual. Namun, salah satu bagian yang paling banyak terpengaruh adalah kaki. Hal ini menimbulkan rasa kesemutan dan kebal yang dapat menyebabkan luka pada telapak kaki tidak terasa.

Akibatnya, luka seringkali tidak diatasi dengan baik sehingga menyebabkan infeksi yang dapat berujung pada amputasi. Penderita diabetes diketahui memiliki risiko mengalami amputasi kaki hingga 25 kali lipat lebih tinggi.

Karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darah, kadar kolesterol darah, dan tekanan darah dalam batasan normal. Caranya dengan membatasi asupan gula, garam, dan lemak, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta mengonsumsi buah dan sayur.


Sebagai informasi, jumlah pengidap diabetes di Indonesia setiap tahun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data IDF tahun 2017, Indonesia menduduki peringkat ke-6 dalam hal jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia dengan sekitar 10,2 juta orang penderita diabetes.

Sementara data hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menunjukkan bahwa angka prevalensi diabetes di Indonesia berdasarkan pemeriksaan darah menurut Konsensus Perkeni 2011 mencapai 8,5% yang berarti bahwa sekitar 1 dari 12 orang Indonesia menderita diabetes.

Kondisi diabetes di Indonesia semakin mengancam karena hampir 75% dari kasus diabetes yang terjadi tidak terdiagnosis. Artinya, sekitar 3 dari 4 penderita diabetes di Indonesia tidak menyadari dirinya terkena diabetes.

Simak Video "Indonesia Masuk Tiga Besar Negara dengan Angka Prediabetes Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)