Minggu, 07 Jul 2019 11:30 WIB

Terobsesi Makan Makanan Sehat, Bisa Jadi Pertanda Gangguan Orthorexia

Kintan Nabila - detikHealth
Orthorexia, gangguan makan yang terjadi saat seseorang hanya mau makanan sehat. ( Foto: shutterstock) Orthorexia, gangguan makan yang terjadi saat seseorang hanya mau makanan sehat. ( Foto: shutterstock)
Jakarta - Terkadang obsesi terhadap makanan sehat bisa menjadi sangat ekstrem. Seseorang akan menolak ajakan makan karena takut diberi sajian yang tidak sehat atau memilih untuk tetap pergi dan rela menahan lapar.

Tentunya sangat bagus untuk peduli dengan apa yang kamu makan. Namun, melakukannya secara berlebihan bisa menjadi kebiasaan berbahaya yang mengarah pada gangguan orthorexia.

Orthorexia Nervosa merupakan suatu kondisi di mana seseorang mulai khawatir tentang jumlah makanan yang mereka makan dan bagaimana makanan disajikan. Hal ini terjadi saat mereka terbiasa menerapkan pola makan sehat selama diet.

Seorang psikolog Sherry Pagoto, mengatakan pengidap orthorexia bisa menghabiskan berjam-jam saat berbelanja bahan makanan. Kebanyakan dari mereka menyembunyikan kebiasan ini dari keluarga dan teman dekat karena tidak ingin dikritik.



"Jika kebiasaan tersebut mulai mengganggu pekerjaan bahkan hubungan pribadi, itu bisa jadi tanda gangguan psikologis. Kehidupan sosial kita adalah faktor besar dalam kesehatan, karena itulah yang membantu kita menghilangkan stres," katanya dikutip dari Times of India.

Gangguan ini dapat diklasifikasikan sebagai bentuk Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Dibandingkan takut mendapat bentuk tubuh yang tidak ideal, mereka lebih takut mengkonsumsi makanan yang bisa membuat sakit.

Selain itu, pengidap Orthorexia sangat terobsesi untuk mengikuti apa yang dikatakan buku dan para ahli tentang diet ideal.



Simak Video "Mengenal Pica, Gangguan Makan Aneh"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)
News Feed