Senin, 08 Jul 2019 19:02 WIB

Mungkinkah Astronot Terkena Kanker karena Radiasi Luar Angkasa?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Radiasi jadi tantangan kesehatan yang sering dihadapi astronot. (Foto: iStock) Radiasi jadi tantangan kesehatan yang sering dihadapi astronot. (Foto: iStock)
Jakarta - Luar angkasa adalah lingkungan yang bisa ketahui dari buku, berita, atau gambar dan video saja. Hanya astronot lah yang bisa merasakan bagaimana berada di luar angkasa.

Tapi bukan berarti astronot bisa ke luar angkasa tanpa risiko. Banyak isu menyatakan bahwa radiasi di luar angkasa dapat meningkatkan risiko astronot untuk terkena kanker dan penyakit jantung, benarkah demikian?

Untungnya hal tersebut tidak benar. Dikutip dari Live Science, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa radiasi di luar angka tidak meningkatkan risiko kematian akibat kanker atau penyakit jantung pada astronot. Namun jika terpapar radiasi dalam dosis yang lebih besar kemungkinan bisa menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar pula.

Penelitian ini menganalisis 418 orang yang pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa sejak tahun 1959 hingga Juli 2018. Terdata ada sekitar 89 peserta meninggal dunia, 53 di antaranya adalah astronot dan 36 lainnya adalah kosmonot.


Di antara 53 astronot yang meninggal, 30 persen meninggal karena kanker dan 15 persen karena penyakit jantung. Sedangkan pada 36 kosmonot, 50 persen meninggal karena penyakit jantung dan 28 persen meninggal karena kanker.

Para peneliti menggunakan teknik statistika khusus untuk menentukan apakah kematian akibat kanker dan penyakit jantung itu kemungkinan memiliki penyebab yang sama. Tapi hasilnya tidak menunjukkan penyebab umum kematian 89 peserta itu.

"Jika radiasi pengion berdampak pada risiko kematian akibat kanker dan penyakit kardiovaskular, efeknya tidak dramatis," tertulis dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.

"Penting untuk dicatat bahwa misi masa dewan eskplorasi luar angkasa kemungkinan menawarkan dosis radiasi yang jauh lebih besar dari sebelumnya, yang mengarah pada risiko berbeda untuk astronot dan kosmonot masa depan," lanjutnya.



Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)
News Feed