Informasi lain yang umum didengar adalah bahwa risiko keturunan diabetes tipe 2 bersifat menyilang, di mana ayah menurunkan risiko diabetes ke anak perempuan sedangkan ibu menurunkan risiko diabetes ke anak laki-laki. Ternyata, informasi ini tidak benar, lho.
Tidak ditemukan penelitian yang menunjukkan bahwa risiko keturunan diabetes tipe 2 bersifat menyilang. Memiliki riwayat keturunan diabetes memang berkaitan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi namun peningkatan risiko diabetes ini tidak bersifat menyilang. Peningkatan risiko yang terjadi sesungguhnya berkaitan dengan jumlah orang tua yang menderita diabetes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Anda yang memiliki riwayat keturunan diabetes, ada baiknya lebih berhati-hati. Sebisa mungkin jaga berat badan dalam kisaran normal dengan menjaga pola makan sehat dan rutin berolah raga. Pola hidup sehat seperti ini sudah terbukti dapat menekan risiko diabetes pada mereka yang memiliki riwayat keturunan.
Selain itu, rutin melakukan pengukuran kadar gula darah juga akan penting karena diabetes tipe 2 dapat timbul tanpa gejala yang jelas dan baru terdeteksi saat melakukan pengukuran kadar gula darah.
Data dari International Diabetes Federation (2017) menunjukkan bahwa 73,7% kasus diabetes di Indonesia merupakan kasus yang tidak terdiagnosis yang berarti sebagian besar penderita diabetes tidak menyadari bahwa mereka terkena diabetes. Padahal penanganan yang tepat akan bermanfaat untuk mencegah risiko komplikasi diabetes.
Referensi:
1. Parental transmission of type 2 diabetes: the Framingham Offspring Study. 2000. Diabetes;
49(12): 2201-2207.
2. Family history of diabetes identifies a group at increased risk for the metabolic consequences of obesity and physical inactivity in EPIC Norfolk: a population-based study. 2000. International Journal of Obesity; 24: 1333-1339.
3. International Diabetes Federation. 2017. IDF Diabetes Atlas Eighth edition 2017.
(prf/up)











































