Selasa, 09 Jul 2019 12:45 WIB

4 Cara Mengobati Gigitan Tomcat, Sederhana Banget!

Fithria Pratiwi - detikHealth
4 Cara Mengobati Gigitan Tomcat, Sederhana Banget!/Foto: Thinkstock
Jakarta - Gigitan tomcat dapat menimbulkan ruam kulit, gatal, panas, melepuh yang berisi air. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati gigitannya.

Tomcat adalah serangga yang beracun yang berukuran seperti nyamuk dengan warna kuning pada badan, warna hitam pada bagian atas dan ekornya. Jika serangga ini terganggu, dia akan meningkatkan porsi racunnya seperti kalajengking.

Di dalam tubuh tomcat dipercaya memiliki cairan racun yang lebih kuat dari ular berbisa sekalipun. Cairan tersebut adalah cairan hemolim atau racun aederin. Bagaimana cara mengobati kulit yang terkena gigitan tomcat? Berikut tindakan yang harus kamu lakukan.



1. Mengusir Tomcat

Jauhi atau usir tomcat dengan cara meniupnya atau memindahkannya. Jangan menggunakan tangan langsung tanpa alas karena tomcat tidak hanya menularkan cairan melalui gigitan.

2. Cuci Bagian Tubuh yang Diserang

Segera basuh area tubuh yang terkena gigitan tomcat dengan air bersih dan sabun. Jangan gosok terlalu keras karena bisa membuat kulit menjadi terluka.

3. Kompres

Setelah membersihkannya dengan air, keringkan dengan menepuk-nepuk secara perlahan dengan kain yang bersih. Kemudian, kompreslah area ruam dengan air dingin.



4. Hindari Untuk Tidak Memecahkan Benjolan

Jika muncul benjolan, jangan memecahkan benjolan atau menggaruknya. Benjolan yang timbul akan berisi air dan jika pecah dapat memperparah keadaan.

Umumnya gatal-gatal dan rasa panas terbakar akan sembuh dalam kurun waktu 6 sampai 10 hari. Jika bekas luka semakin parah, segera lakukan pemeriksaan medis. Konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter biasanya akan memberikan antiseptik dan krim antibiotik yang bisa membantu meredakannya.

Untuk menghindari gigitan tomcat bisa dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan. Tomcat menyukai tempat yang lembab dan lingkungan yang kotor. Selain itu, jika tempat tinggal berdekatan dengan daerah pepohonan, rawa-rawa, atau hutan bakau tetap selalu tutup pintu dan jendela ketika lampu di rumah menyala. Hal ini disebabkan karena tomcat menyukai tempat-tempat yang terang. Tomcat yang memasuki kediaman tempat tinggal bisa pula meninggalkan cairannya di pakaian, handuk, atau barang-barang lainnya.



Simak Video "'SwissCovid', Aplikasi asal Swiss Pendeteksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)