Rabu, 10 Jul 2019 08:30 WIB

Khawatir Gejala Pikun Dini karena Anak Kerap Lupa Garap PR

Kintan Nabila - detikHealth
Ilustrasi anak lupa bawa PR. (Foto: Istock)
Jakarta - Anak lupa mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah), atau baju olahraga tertinggal, mungkin dianggap wajar. Apakah itu berarti si kecil mengalami gejala pikun atau demensia dini?

Dr dr Yuda Turana, SpS, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UNIKA Atma Jaya, mengatakan sebenarnya tidak perlu khawatir jika anak-anak sering lupa. Kebiasan lupa belum tentu gejala demensia.

"Sering lupa belum tentu gejala demensia alzheimer. Pada remaja dan anak biasanya yang sering terjadi adalah gangguan atensi," katanya pada detikHealth. Selasa (9/7/2019)



Ia juga menambahkan dalam kasus demensia, gangguan atensi dan gangguan memori diibaratkan seperti proses penginputan data ke komputer. Komputer disini merupakan otak manusia.

"Kalau gangguan atensi belum tentu datanya masuk, bisa jadi karena dia tidak suka, sementara gangguan memori saat data masuk, itu langsung hilang di otak," ujarnya.

Namun bukan tidak mungkin gejala demensia dapat terjadi di usia muda. dr Yudha menyarankan untuk melakukan deteksi tanda awal kerusakan otak melalui medical check up sebelum memasuki usia 40 tahun dan hindari faktor resiko dengan menerapkan pola hidup sehat dan tidak stress.



Simak Video "Jeruk Bantu Kita Cegah Pikun, Lho!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)