Rabu, 10 Jul 2019 21:20 WIB

Diet Ketogenik bagi Pengidap Diabetes, Aman Nggak Ya?

Uji Sukma Medianti - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Banyak cara untuk menurunkan berat badan. Salah satu upayanya adalah lewat diet ketogenik. Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak ini menjadi populer karena disebut-sebut mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Diet ini juga bermanfaat untuk memperbaiki parameter metabolik. Bahkan beberapa penelitian menyebut jika diet ini bermanfaat bagi para pengidap diabetes. Kok bisa?

Diet ketogenik memang dapat membantu menurunkan berat badan, kadar gula darah, dan kadar HbA1C pada penderita diabetes. Beberapa penderita diabetes juga melaporkan berkurangnya penggunaan obat antidiabetes dengan mengikuti diet ketogenik. Selain itu, diet ketogenik juga dikatakan dapat membantu memperbaiki profil kolesterol dan kadar trigliserida darah.


Kendati begitu, mengikuti diet ketogenik juga bukan berarti tak ada efek samping. Efek samping ini umumnya bersifat sementara dan akan menghilang dalam beberapa hari.

Namun, terdapat juga efek samping yang dilaporkan saat mengikuti diet ketogenik dalam jangka panjang. Diet ketogenik yang tinggi protein diduga dapat berdampak buruk pada kesehatan ginjal, meskipun hasil penelitian-penelitian yang ada mengenai efek samping diet ketogenik pada ginjal memang masih belum konsisten dan masih diperdebatkan.

Diet ketogenik juga berpengaruh terhadap metabolisme tulang. Penelitian telah menemukan bahwa penerapan diet ketogenik dalam jangka panjang pada anak-anak dengan epilepsi mengakibatkan berkurangnya kandungan mineral tulang secara bertahap. Diketahui juga bahwa anak-anak ini dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan memiliki tulang yang rapuh.

Penderita diabetes, khususnya diabetes tipe 1, yang ingin menerapkan diet ketogenik juga perlu mewaspadai gejala hipoglikemia. Sebuah penelitian melaporkan, terjadinya peristiwa penurunan kadar gula darah yang berlebih pada penderita diabetes yang mengikuti diet ketogenik selama 2,5 tahun.


Gula darah yang terlalu rendah dapat mengakibatkan kebingungan, pusing, dan hilang kesadaran. Untuk itu, ketika menerapkan diet ketogenik, penderita diabetes sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter serta rutin memperiksa kadar gula darah dan kadar keton untuk mencegah peristiwa gula darah terlalu rendah maupun ketoasidosis (meningkatnya keasaman darah akibat tingginya kadar keton di dalam tubuh).

Jadi, sebaiknya dijalankan atau tidak? Sesungguhnya sebagian ahli kesehatan tidak menyarankan diet ketogenik untuk penderita diabetes karena efek samping yang mungkin timbul.

Diet ini juga sangat ketat sehingga sulit diikuti dalam jangka panjang. Bagi Anda yang ingin mencoba diet ketogenik, pastikan sudah memahami sisi positif dan negatif dari diet ini ya.

Tidak lupa, selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengikuti diet khusus dan perhatikan kondisi tubuh Anda agar terhindar dari efek samping berbahaya yang dapat timbul. Lakukan juga diet ini di bawah pengawasan dokter atau ahli kesehatan lainnya.

Simak Video "Sayuran-sayuran Ini Bisa Bantu Berat Badanmu Cepat Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)