Jumat, 12 Jul 2019 08:30 WIB

Malposisi KB Spiral Picu Kehamilan Tak Direncanakan, Begini Mendeteksinya

Rosmha Widiyani - detikHealth
KB Spiral banyak diminati oleh masyarakat. (Foto: thinkstock) KB Spiral banyak diminati oleh masyarakat. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau yang biasa disebut spiral, adalah salah satu yang paling diminati masyarakat. Intra Uterine Device (IUD) yang juga disebut spiral dinilai praktis dan terjangkau.

Meski begitu, spiral masih menyisakan keluhan misal sering nyelip atau pindah posisi. Akibatnya alat tak bisa berfungsi efektif mencegah dan merencanakan kehamilan pada pasangan suami istri.

"Kondisi itu kita sebut malposisi. Supaya bisa tahu geser atau nggak, bisa kontrol ke bidan 6 bulan sekali. Nanti bidan bisa periksa," kata dokter ahli kandungan dr Irvan Adenin, SpOG dalam promosi doktornya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM).


Menurut dr Irvan, bidan akan memeriksa tali pada alat kontrasepsi IUD. Tali ini menggantung dari arah leher rahim hingga ke vagina. Tali ini harus terlihat untuk menjamin IUD tetap ada di tempatnya. Jika tali tidak terlihat, bidan bisa menyarankan penanganan selanjutnya.

Malposisi pada spiral sebetulnya bukan hal baru. Salah satu faktor risikonya adalah pendarahan yang terjadi wanita. Pendarahan mengindikasikan terjadinya pelebaran rahim, yang mengakibatkan spiral yang berbentuk T dalam posisi timpang hingga akhirnya pindah.



Simak Video "Hmm.. Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed