Jumat, 12 Jul 2019 14:15 WIB

Kenali Gejala Herpes Zoster, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Virgina Maulita Putri - detikHealth
Kenali Gejala Herpes Zoster, Penyebab, dan Cara Mengobatinya Foto: Thinkstock Kenali Gejala Herpes Zoster, Penyebab, dan Cara Mengobatinya Foto: Thinkstock
Jakarta - Herpes zoster atau yang biasa disebut dengan shingles atau cacar api adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan pada kulit yang menyebabkan rasa sakit dan panas. Walaupun herpes zoster bisa terjadi di bagian mana pun di tubuh, penyakit ini biasanya muncul di sisi kiri atau kanan perut.

Walau tidak berbahaya, herpes zoster bisa menyebabkan rasa sakit dan nyeri. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan obat untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi.



Untuk itu, semakin cepat mengenali gejala herpes zoster akan semakin mempercepat proses penyembuhan. Berikut adalah serba-serbi tentang herpes zoster termasuk gejala, penyebab, dan cara mengobatinya seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber:

1. Gejala Herpes Zoster

Gejala pertama herpes zoster adalah rasa sakit dan munculnya ruam kemerahan pada kulit. Tapi ada juga yang merasakan rasa sakit tanpa muncul ruam.

Ruam tersebut kemudian akan berubah menjadi luka melepuh berisi air yang mirip dengan bintil cacar air. Bintil tersebut akan berkembang menjadi luka lepuh yang mengering menjadi koreng dalam beberapa hari, lalu menghilang secara perlahan.

Selain bintil dan rasa nyeri atau sakit, gejala lain yang dirasakan oleh orang yang terkena herpes zoster adalah:

- Demam
- Sakit kepala
- Sensitif terhadap cahaya
- Kelelahan

2. Penyebab Herpes Zoster

Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella Zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Siapapun yang pernah terkena cacar air berpotensi terkena herpes zoster karena setelah sembuh dari cacar air, virus ini menjadi tidak aktif tapi bertahan dalam saraf selama bertahun-tahun.

Virus ini kemudian dapat aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster. Apa yang menyebabkan virus ini bisa aktif kembali belum dapat dipastikan. Tapi beberapa kondisi yang diduga dapat meningkatkan risiko munculnya herpes zoster adalah:

- Berusia di atas 50 tahun
- Memiliki penyakit tertentu seperti HIV/AIDS dan kanker yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
- Menjalani perawatan kanker
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti steroid

3. Komplikasi Herpes Zoster

Jika tidak segera diobati, herpes zoster dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius seperti:

- Postherpetic neuralgia. Ini merupakan rasa nyeri yang berlangsung dalam jangka waktu lama setelah bintil menghilang. Komplikasi ini biasa dialami oleh penderita yang berusia di atas 60 tahun.

- Kebutaan. Jika herpes zoster muncul di sekitar mata dapat mengakibatkan infeksi mata yang dapat berujung pada hilangnya penglihatan.

- Masalah saraf. Tergantung dari saraf mana yang terdampak, herpes zoster dapat mengakibatkan radang otak, paralisis wajah, atau masalah pendengaran dan penglihatan.

- Infeksi kulit. Jika luka lepuh tidak dirawat dengan benar akan mengakibatkan infeksi bakteri di kulit.



4. Apakah Herpes Zoster Menular?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, herpes zoster merupakan kelanjutan dari penyakit cacar air, sehingga penyakit herpes zoster tidak bisa ditularkan secara langsung. Tapi, penderita herpes zoster bisa menyebarkan virus Varicella Zoster lewat sentuhan yang membuat orang lain terkena cacar air.

5. Pencegahan

Untuk mencegah herpes zoster bisa dilakukan dengan menggunakan vaksin. Vaksin cacar air biasa sebenarnya sudah bisa mencegah dan mengurangi risiko gejala herpes zoster.

Tapi, Food and Drug Administration (FDA) atau BPOM-nya AS pada tahun 2006 telah menyetujui pengggunakan vaksin Zostavax untuk pencegahan terhadap herpes zoster. Selain itu, pada tahun 2017 FDA juga menyetujui penggunaan vaksin Shingrix sebagai alternatif dari Zostavax.

6. Terapi dan Pengobatan

Untuk mengobati herpes zoster disarankan untuk langsung ke dokter. Segera hubungi dokter kalian jika ruam terasa sangat gatal, ruam berada di dekat mata, ruam tidak hilang dalam 14 hari, atau saat kalian merasa kondisi semakin parah.

Terapi dan pengobatan untuk herpes zoster biasanya bersifat suportif untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga obat antivirus biasanya tidak dibutuhkan kecuali pada orang tua atau pada kasus komplikasi yang parah. Pada umumnya dokter memberi pengobatan yang diperlukan untuk meredakan nyeri dan meredakan inflamasi.

Simak Video "Sambut Bahagia Kelahiran Bayi Kembar 3 di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)