Sabtu, 13 Jul 2019 12:15 WIB

Jokowi-Prabowo Bertemu, Ini 5 Manfaat Rekonsiliasi Bagi Kesehatan

Firdaus Anwar - detikHealth
Jokowi bertemu Prabowo di MRT. (Foto: Andhika/detikcom) Jokowi bertemu Prabowo di MRT. (Foto: Andhika/detikcom)
Jakarta - Setelah sebelumnya berkontestasi sengit di Pilpres 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019) pukul 10.07 WIB. Pertemuan keduanya dianggap sebagai langkah rekonsiliasi yang diharap dapat diikuti oleh para pendukung.

"Tidak ada lagi namanya 01, tidak ada lagi namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya cebong tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada Garuda Pancasila," kata Jokowi.

Terkait hal tersebut tahukah kamu kalau proses rekonsiliasi dengan saling memaafkan, menyelesaikan perbedaan, dan kembali rukun ternyata bermanfaat untuk kesehatan. Dikutip dari berbagai sumber berikut manfaat rekonsiliasi bagi kesehatan:


1. Lepas stres
Hal pertama yang mungkin bisa langsung dirasakan adalah pengurangan beban mental dari stres. Praktisi kesehatan jiwa dari Universitas Krida Wacana, dr Andri, SpKJ, FACLP, mengatakan bahwa berdamai sangat bermanfaat untuk kesehatan jiwa.

"Pikiran kita akan menjadi lebih tenang, lebih sehat, dan mampu menghadapi tantangan hidup ke depannya," ujarnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

2. Tidak depresi
Stres akibat perselisihan yang tidak ditangani dengan baik dalam jangka panjang bisa berujung depresi. Sebuah penelitian yang dimuat Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa memaafkan secara positif dapat mengurangi gejala depresi.

3. Hindari tekanan darah tinggi
Stres panjang akibat perselisihan bisa menimbulkan berbagai reaksi fisik, salah satunya meningkatkan tekanan darah. Para peneliti dari University of California, San Diego menemukan bahwa orang-orang yang bisa melepaskan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang lain cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.

4. Tekan risiko penyalahgunaan zat
Memaafkan adalah sebuah proses perdamaian dengan diri sendiri. Seseorang yang memberi maaf justru akan merasa lebih rileks untuk menerima kondisinya.

Dengan kondisi mental yang lebih rileks, seseorang juga akan terhindar dari risiko penyalahgunaan zat alkohol dan obat terlarang. Risiko tersebut umumnya dihadapi oleh para pendendam yang membutuhkan jalan pintas untuk lepas dari beban emosi negatifnya.

5. Kurangi risiko sakit jantung
Penelitian menunjukkan saling memaafkan baik untuk jantung. Studi yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology menyebut amarah yang terus-menerus tertanam di dalam diri bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

"Kemarahan adalah bentuk stres, dan ketika kita marah, seolah-olah kita menyalakan respons stres tubuh, secara kronis. Menyalakan respons ini menyebabkan kerusakan pada tubuh," kata Neda Gould, psikolog klinis dari Johns Hopkins University School of Medicine, dikutip dari CNN.

Gould menjelaskan, saat memaafkan, respons stres yang menyebabkan kerusakan di dalam tubuh ini perlahan akan menghilang.



Simak Video "Pak Jokowi, Eks Penderita Kusta Ini Butuh Bantuan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)
News Feed