Minggu, 14 Jul 2019 08:10 WIB

Updated

Kementan RI Sebut Flu Burung Masih Jadi Ancaman

Kintan Nabila - detikHealth
Unggas ternak milik warga divaksin. (Foto: Imam Suripto/detikcom) Unggas ternak milik warga divaksin. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Jakarta - Tiga dari empat penyakit di dunia berasal dari hewan. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), Ebola dan Nipah merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan yang kemudian menjadi wabah berbahaya. Indonesia pernah mengalami wabah flu burung yang menewaskan 168 jiwa dan jutaan ternak ayam mati.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Drh Fadjar Sumping Tjatur Rasa, mengatakan bahwa sampai sekarang flu burung atau avian influenza masih tetap diwaspadai, karena virus dapat bermutasi atau berubah-ubah bentuknya.

"Yang sekarang ini avian influenza, walaupun sudah menurun kasusnya tapi kita harus waspada karena virus ini bisa berubah ubah," katanya dalam jumpa pers di Atamerica, Pasific Place, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).


Ia juga menambahkan, cara menanggulangi flu burung adalah dengan melakukan vaksinasi dan biosekuriti area, untuk mencegah penyakit masuk ke peternakan.

"Menjaga kebersihan seperti sanitasi supaya virus tidak masuk ke lingkungan peternakan," ujarnya.

Seseorang dapat terinfeksi virus flu burung karena sering melakukan kontak fisik dengan unggas sakit. Gejala flu burung terlihat seperti flu biasa, batuk, demam, sakit tenggorokan, pusing dan sesak napas.





Simak Video "Hindari Flu Burung, Ini Tahapan Produksi Ayam ASUH "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed