Senin, 15 Jul 2019 14:09 WIB

Jokowi Singgung Stunting dalam Pidato Visi Indonesia, Ini Komentar Menkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang) Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi), sekaligus presiden terpilih Pilpres 2019 dalam pidato visi pembangunan Indonesia pada Minggu, (14/7) lalu mengungkap keinginan besarnya untuk menurunkan angka stunting dan mencegah kematian ibu dan bayi.

"Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan dan titik dimulai dengan menjamin kesehatan ibu hamil. Sejak hamil. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, kematian anak", kata Jokowi dalam paparan pidatonya yang disampaikan di Sentul, Jawa Barat, dikutip dari CNBC Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek mengaku sangat mendukung visi pembangunan Indonesia dalam hal mencegah stunting dan masalah gizi. Sebab sejak dahulu, masalah stunting masih menjadi perhatian utama sebab 1 dari 3 anak Indonesia masih mengalami stunting.



"Saya berterimakasih kepada pak presiden membuat visi kedepan tidak boleh stunting. Stunting itu kan juga mengganggu kognitif kita, kepandaian kita kalau anak-anak stunting bukan jadi aset malah jadi beban makanya kita berusaha benar (menanganinya-red)," tutur Menkes saat dijumpai di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur, Senin (15/7/2019).

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 ada 30,2 persen anak Indonesia mengalami stunting. Padahal, batas angka stunting yang direkomendasikan WHO hanya 20 persen.

"(Penanganan-red) kita yang spesifik bagaimana sampai pemberian ASI. Sampai saya titip juga ke pak dirut, di rumah sakit harus ada tempat penitipan anak, ada ruang laktasi, itu penting, jadi itu harus sampai mengubah perilaku karena ada ibu-ibu kerja gak mau kasih ASI," pungkasnya.



Simak Video "Jangan Lewatkan Sarapan untuk Kebutuhan Gizi Kamu"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)