Senin, 15 Jul 2019 18:50 WIB

Catat! Ini Risiko Mengunggah Foto Anak Hari Pertama Sekolah di Medsos

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Suasana hari pertama masuk sekolah (Foto: Pradita Utama) Suasana hari pertama masuk sekolah (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Sah-sah saja bagi para orang tua generasi milenial mengunggah foto anak-anak mereka di hari pertama sekolah ke media sosial (medsos). Namun, psikolog pendidikan Nabila Dian Nirmala, SPsi, MPsi, mengingatkan adanya risiko mengintai di balik fenomena tersebut.

Kepada detikHealth, Dian Nirmala mengatakan dengan mengunggah foto anak di medsos apalagi sampai membubuhkan tagar #HariPertamaSekolah yang sedang viral akan memperbesar kesempatan terjadinya penyalahgunaan foto. Yang bisa juga berujung pada terjadinya penculikan atau pelecehan anak yang belakangan terjadi.

"Jadi si pelaku akan yaudah tinggal search aja hashtag itu, untuk mencari anak yang mana, terus sekolahnya di mana. Terus data-data informasi itu malah lebih lengkap sih," jelasnya lewat sambungan telepon, Senin (15/7/2019).



Ia juga menyoroti soal ketertinggalan masyarakat Indonesia dalam edukasi bijak bermedia sosial. Sehingga justru kita akan lebih reaktif malah saat kejadiannya sudah terjadi. Ia mencontohkan orangtua akan lebih aware apabila sudah terjadi penculikan.

Menyebarkan kepedulian dan meningkatkan kepekaan soal hal tersebut menjadi penting terutama pada kalangan orangtua generasi milenial. Namun ada beberapa yang masih merasa bahwa konten media sosial adalah urusan pribadi sehingga tidak perlu adanya pelarangan atau aturan apa yang diposting dan mana yang tidak seharusnya diposting, lanjut Dian.



"Sebenarnya kembali lagi kepada pemaknaan kebebasan itu ya. Kita nih sebagai generasi milenial itu tumbuh dari orang tua, ya orang tua kita deh, dulu untuk berhasil anaknya memang sampai mati-matian kerjanya. Tapi di generasi kita, kita nggak mengenal itu, kita justru mendapat jerih payah dari orang tua sehingga segala sesuatu yang diberi sama kita ya ya sudah memang segini yang harus diberi," paparnya psikolog yang banyak berpraktik di Depok dan Bogor ini.

Oleh sebab itu pemikiran tersebut akan mempengaruhi mindset atau pemaknaan terhadap sesuatu, yang berujung pada menyepelekan atau meremehkan.

"'Nggak papa dong gue hepi, lo kali aja yang ga hepi' ada kan beberapa yang gitu. Karena kita generasi kita juga lupa dengan proses, ini yang jadinya perlu dikoreksi sih," tandasnya



Simak Video "Begini Atasi Pertanyaan "Kapan Nikah?" "
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)
News Feed