Rabu, 17 Jul 2019 10:33 WIB

Apakah Jaringan 5G Menyimpan Bahaya Kesehatan?

Firdaus Anwar - detikHealth
Apakah gelombang sinyal 5G cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan sel? (Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati) Apakah gelombang sinyal 5G cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan sel? (Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati)
Jakarta - Jaringan 2G, 3G, 4G, dan paling baru 5G merujuk pada teknologi yang menghubungkan perangkat elektronik kita dengan memanfaatkan gelombang radio. Saat ini pembangunan jaringan 5G di beberapa daerah terus digarap, namun ada beberapa orang khawatir teknologi ini menyimpan bahaya kesehatan.

Kekhawatiran terhadap perangkat yang memancarkan radiasi dari gelombang radio sebetulnya sudah jadi perdebatan sejak lama. Sebagai contoh pernah disebutkan bahwa radiasi dari ponsel bisa menimbulkan kanker, namun beberapa studi tidak menemukan bukti yang kuat.

Terkait hal tersebut pada tahun 2014 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah mengeluarkan pernyataan bahwa penggunaan perangkat ponsel tidak menyebabkan masalah kesehatan. Namun demikian disebutkan juga bahwa radiasi gelombang radio sebagai "possibly carcinogenic".


Mengapa disebut possibly carcinogenic karena ada bukti-bukti awal namun belum cukup kuat untuk bisa disebut sebagai penyebab kanker pada manusia.

Lalu bagaimana dengan risiko kesehatan jaringan 5G yang memanfaatkan frekuensi lebih tinggi dari jaringan sebelumnya?

Menurut ahli fisika dan peneliti kanker David Robert Grimes jaringan 5G masih masuk ke dalam kelompok gelombang radio frekuensi rendah. Gelombang radio yang seperti ini disebut non-ionising.

"Artinya dia kurang memiliki energi untuk bisa merusak DNA dan menyebabkan kerusakan pada tingkat sel," kata David seperti dikutip dari BBC, Selasa (16/7/2019).

David menyebut sebetulnya kita setiap hari bisa terkena gelombang radio yang jauh lebih berbahaya dari sinar ultra violet (UV) matahari.

"Bisa dipahami orang-orang khawatir, penasaran apakah mereka dapat terkena peningkatan risiko kanker. Tapi penting untuk diketahui bahwa energi gelombang radio jauh lebih sedikit daripada cahaya tampak yang kita hadapi setiap hari," pungkasnya.


Apakah Jaringan 5G Menyimpan Bahaya Kesehatan?


Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)