Rabu, 17 Jul 2019 11:31 WIB

Faktor Risiko Serangan Jantung, Penyebab Henti Jantung yang Mematikan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung(Foto: iStock) Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung(Foto: iStock)
Jakarta - Serangan jantung sebetulnya berbeda dengan henti jantung, meski sama-sama berdampak buruk pada kesehatan. Serangan jantung terjadi saat jantung masih berdetak, sedangkan henti menandakan kondisi diam tanpa aktivitas.

Namun dalam beberapa kasus, serangan jantung bisa mengakibatkan terjadinya henti jantung. Kasus henti jantung sebagian berawal dari serangan jantung, yang menurunkan fungsi organ hingga akhirnya berhenti berdetak.

"Serangan yang berakhir dengan henti jantung, terjadi pada pasien yang tidak melakukan kontrol atas faktor risiko. Misal kadar kolesterol, tensi, gula darah, dan berat badan. Sementara faktor usia dan keturunan jelas tidak bisa dikontrol," kata dokter ahli jantung dr Vito A Damay, SpJP (K), MKes, FIHA, FICA.


Dengan kondisi tersebut, dr Vito menyarankan penerapan pola hidup sehat bagi yang pernah kena serangan jantung. Pasien juga wajib kontrol ke dokter untuk diperiksa fungsi jantungnya. Salah satunya dengan Elektrokardiogram (EKG), atau yang biasa disebut rekam jantung.

Selain itu, dr Vito juga menyarankan kontrol dan pola hidup sehat bagi yang merasakan tanda khas serangan jantung. Tanda ini misalnya sakit dada, sesak, lekas lelah, atau merasa masuk angin tidak sembuh-sembuh. Kontrol memastikan tanda tersebut benar penurunan fungsi jantung, atau ada gangguan lain. Selanjutnya pasien mendapat penanganan sesuai gangguan yang dirasakan.



Faktor Risiko Serangan Jantung, Penyebab Henti Jantung yang Mematikan


Simak Video "Menepuk Lengan Kiri Dapat Atasi Jantung, Hoax atau Tidak?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)