Namun dalam beberapa kasus, serangan jantung bisa mengakibatkan terjadinya henti jantung. Kasus henti jantung sebagian berawal dari serangan jantung, yang menurunkan fungsi organ hingga akhirnya berhenti berdetak.
"Serangan yang berakhir dengan henti jantung, terjadi pada pasien yang tidak melakukan kontrol atas faktor risiko. Misal kadar kolesterol, tensi, gula darah, dan berat badan. Sementara faktor usia dan keturunan jelas tidak bisa dikontrol," kata dokter ahli jantung dr Vito A Damay, SpJP (K), MKes, FIHA, FICA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi tersebut, dr Vito menyarankan penerapan pola hidup sehat bagi yang pernah kena serangan jantung. Pasien juga wajib kontrol ke dokter untuk diperiksa fungsi jantungnya. Salah satunya dengan Elektrokardiogram (EKG), atau yang biasa disebut rekam jantung.
Selain itu, dr Vito juga menyarankan kontrol dan pola hidup sehat bagi yang merasakan tanda khas serangan jantung. Tanda ini misalnya sakit dada, sesak, lekas lelah, atau merasa masuk angin tidak sembuh-sembuh. Kontrol memastikan tanda tersebut benar penurunan fungsi jantung, atau ada gangguan lain. Selanjutnya pasien mendapat penanganan sesuai gangguan yang dirasakan.
(up/up)












































