Rabu, 17 Jul 2019 13:31 WIB

Mengenal Asam Hyaluronat, Salah Satu Zat yang Dipakai dalam Filler

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi suntik filler. Foto: iStock Ilustrasi suntik filler. Foto: iStock
Jakarta - Suntik filler merupakan prosedur yang menginjeksi substansi yang berfungsi untuk mengisi atau memberi volume pada bagian-bagian tubuh yang diinjeksi, salah satunya asam hyaluronat. Apakah itu?

Ahli dermatologi dr Dikky Prawiratama, SpKK mengatakan biasanya asam hyaluronat digunakan pada filler yang bersifat tidak permanen. Karena asam hyaluronat nantinya akan hancur dan kemudian diserap oleh tubuh dalam jangka waktu kurang lebih 6-18 bulan tergantung kepadatannya.

Asam hyaluronat juga memiliki sifat mold-able atau mudah dibentuk. Ini menjadi alasan utama mengapa kini seiring dengan ngetrennya filler, banyak sekali perusahaan yang menjual filler berisi asam hyaluronat, yang biasanya diambil dari sekresi bakteri yang sudah dipurifikasi.

Selain itu, substansi ini juga cenderung aman karena memiliki antidote (penawar) bernama hyaluronidase, jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal buruk yang mengharuskan filler tersebut dihancurkan.


"Filler bisa dilakukan dari kepala hingga ujung kaki karena sebenarnya asam hyaluronat itu ada dalam tubuh kita lho. Asam hyaluronat itu adalah komponen dari kulit kita yang memang secara alami ada. Tapi semakin kita tua biasanya semakin berkurang," katanya, Selasa (16/7/2019).

Asam hyaluronat yang digunakan untuk filler tentu berbeda dengan kandungan yang kini juga mulai banyak digunakan dalam produk kosmetik harian yang bertujuan untuk mengembalikan kekenyalan kulit. Karena yang digunakan dalam filler memiliki cross link yang mampu membuat filler ini bertahan dan mampu mengangkat atau 'volumizing' di kulit.

Filler ataupun tidak, dr Dikky selalu menekankan bahwa cantik atau ketampanan seseorang itu relatif. Dan tugas para dokter yang bergerak di bidang estetik itu adalah enhance (menambah) dan mengubah sesuai dengan consent pasien, namun tidak untuk menjadikannya 'orang lain'.

Kalaupun ada pasiennya yang sudah merasa cantik dengan salah satu bagian tubuhnya yang ingin di-filler, dr Dikky tidak akan mengubah atau menambah apapun.

"Kita nggak usah jadi dokter terus karena ada standar proporsi kecantikan ini dipaksa untuk dirubah, enggak. Pasien kalau sudah merasa confidence, ya artinya kita nggak perlu merubah apapun. Kalau dia nggak confidence, ya baru kita ubah sesuai dengan proporsi menurut secara medis itu mendekati cantik," pungkasnya.



Mengenal Asam Hyaluronat, Salah Satu Zat yang Dipakai dalam Filler




Simak Video "Mengapa Operasi Plastik Hasilnya Kadang Tak Memuaskan?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)