Rabu, 17 Jul 2019 13:47 WIB

Angka Kematian Ibu Masih Tinggi, Menkes Singgung Peran Suami

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes RI Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang) Menkes RI Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan cakupan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan berkisar 73,50 persen, terbilang menurun dibandingkan 2017 yakni 83,67 persen. Adanya angka tersebut menyebabkan jumlah kematian ibu cukup tinggi.

Menurut Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, angka kematian ibu seharusnya bisa ditekan. Selain dengan mendorong ibu hamil untuk melahirkan di fasilitas kesehatan, peran keluarga khususnya suami sangat dibutuhkan untuk memberikan support.

"Angka kematian ibu masih tinggi, bapaknya kemana? Kenapa ibunya meninggal? (Untuk para suami-red) Nggak ada ibu yang mau meninggal karena melahirkan," tutur Menkes saat dijumpai detikHealth dalam public expose Pencerah Nusantara di Auditorium Widya Graha, LIPI, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).



Ibu hamil harus mendapat perhatian khusus agar ketika melahirkan, ibu dan sang buah hati bisa selamat dan sehat. Pemberian gizi dan makanan yang sehat pun sama krusialnya agar anak yang lahir tidak mengalami stunting.

"Ibu hamil harus dijaga, jadi kalau hamil dirawat. Siapa tahu anak yang kita lahirkan akan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.




Angka Kematian Ibu Masih Tinggi, Menkes Singgung Peran Suami


Simak Video "Proyek 'Dum-Duum', Langkah Polewali Mandar Cegah Kematian Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
News Feed