Rabu, 17 Jul 2019 16:58 WIB

Akui Hidayah dari Tuhan, Pria Ini Tak Keramasi Rambutnya Selama 40 Tahun

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi rambut gimbal. Foto: iStock Ilustrasi rambut gimbal. Foto: iStock
Jakarta - Berapa lama kamu tahan untuk tidak mengeramasi rambut, detikers? Mungkin banyak dari kita hanya mampu bertahan dua hingga tiga hari.

Sakal Dev Tuddu dari India punya jawaban lain, karena sudah 40 tahun ini ia tak pernah mencuci rambutnya sama sekali. Pria berusia 63 tahun ini menyebutnya hidayah dari Tuhan, sampai-sampai banyak tetangganya menjulukinya Mahatma Ji sebagai bentuk penghormatan.

Dilaporkan metro.co.uk, Sakal mengklaim ia mendengar Tuhan berbicara padanya untuk tidak memotong rambutnya. Lalu ia juga 'diminta' untuk berhenti minum alkohol dan merokok untuk mengabdi kepadaNya.

"Satu malam rambutnya secara otomatis berubah menjadi kepangan dan ia menganggapnya sebagai hidayah Tuhan. Ia kemudian menambahkan bahwa Tuhan mengunjungi mimpinya dan mengarahkannya untuk tidak memotong rambutnya. Sejak saat itu ia membiarkan rambutnya tumbuh panjang dan tak mengeramasinya selama 40 tahun," demikian tulis situs tersebut.


Jika diurai, rambut Sakal bisa terjulur menjadi ekor panjang di belakangnya. Oleh karena itu ia mengepangnya dan menumpuk-numpuknya di atas kepala bagaikan turban, dan menutupinya dengan kain putih saat keluar rumah untuk menjaga rambut 'suci' miliknya tetap bersih.

Sakal mengaku hidupnya benar-benar berubah sejak saat itu, ia dan istri dikaruniai tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan serta 7 cucu. Profesinya sebagai penyembuh dan membuat obat-obatan mengundang banyak orang dari jauh bahkan ada yang hanya ingin berfoto dengannya.

Ia mendedikasikan hidupnya untuk menyembuhkan orang, ia memberikan obat-obatannya secara cuma-cuma pada pasangan yang belum memiliki anak.

Apakah tidak mengeramasi rambut dalam waktu yang sangat lama bisa berdampak pada kesehatan? Susanna Romano, seorang stylist di Salon AKS di New York menyebutkan bahwa tidak mencuci rambut akan membuatnya sangat, sangat kotor.

"Jika tak mencucinya sesering mungkin, kotoran dan sisa-sisa bisa membuat kita tidak nyaman. Kulit dan rambut adalah hal pertama yang terpapar polusi, namun kulit masih punya keuntungan karena dilindungi oleh losion, krim atau perawatan lainnya. Sementara rambut tidak," katanya, dikutip dari The List.

Debu, kotoran, asap bahkan gas-gas polutan bisa berkumpul di rambut dan mencapai kulit kepala. Akibatnya adalah rambut yang terasa gatal.



Akui Hidayah dari Tuhan, Pria Ini Tak Keramasi Rambutnya Selama 40 Tahun


Simak Video "Kisah Bocah India yang Tubuh dan Wajahnya Penuh Rambut"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)
News Feed