Rabu, 17 Jul 2019 10:42 WIB

Mengenal Gula yang Lebih Sehat untuk Tubuh

Raras Prawitaningrum - detikHealth
Foto: Berbagai jenis gula (Foto: Shutterstock) Foto: Berbagai jenis gula (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Rasa manis dari gula memang membuat banyak orang ketagihan. Namun tahukah bahwa gula hadir dalam berbagai jenis dan bentuk? Faktanya, setiap jenis gula memiliki karakteristik masing-masing dan biasanya digunakan untuk tujuan berbeda sesuai karakteristiknya.

Jenis gula yang paling umum ditemukan adalah gula pasir. Gula pasir atau sukrosa merupakan gula granulasi atau kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah.

Ada juga gula halus atau dikenal dengan nama confectionery. Gula ini merupakan gula pasir bubuk dengan ukuran partikel lebih kecil yang didapat melalui proses penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada kristal-kristal besar yang tertinggal. Dilansir dari jurnal Wageningen University, gula ini terkadang dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti-kempal untuk mencegah terjadinya penggumpalan selama penyimpanan.

Kemudian ada gula batu yang biasanya disajikan bersama teh poci. Gula batu berbentuk kristal bening berukuran besar yang berwarna putih atau kuning kecokelatan. Kristal bening dan putih ini dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami proses kristalisasi secara lambat.


Rasa gula ini tidak semanis gula pasir biasa karena adanya air di dalam kristal. Meskipun tingkat kemanisannya lebih rendah dibandingkan gula pasir, kalori per sendok tehnya justru lebih besar daripada gula pasir.

Jika gemar mengonsumsi jajanan tradisional pasti tak asing dengan gula palma. Gula yang dikenal sebagai gula aren dan nipah ini didapatkan dari nira tanaman aren atau nipah serta mengalami pemurnian sebagian. Selain itu, ada juga gula jawa atau gula merah yang termasuk dalam kelompok gula palma, tapi terbuat dari tebu ataupun kelapa.

Gula Manakah yang Lebih Sehat?

Banyak orang yang menganggap bahwa gula-gula lain lebih sehat dibandingkan dengan gula pasir. Benarkah begitu? Jenis gula yang berbeda memang dapat memiliki kandungan kalori berbeda karena perbedaan komposisi sukrosa yang terkandung di dalamnya.


Perlu diketahui, semua jenis gula akan menyumbang asupan kalori yang cukup tinggi jika tidak dibatasi konsumsinya. Berdasarkan jurnal Navitas Naturals, konsumsi gula berlebih kurang baik bagi tubuh karena kalori yang berlebih dapat memicu obesitas yang memiliki beragam risiko kesehatan, termasuk diabetes.

Bahkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan pembatasan konsumsi gula sebanyak maksimal 50 gram per hari atau setara dengan 4 sendok makan. Batasi konsumsi gula dengan menggunakan alternatif pengganti gula yang lebih sehat seperti produk pemanis rendah kalori. Kalorinya jauh lebih rendah dibanding gula pasir dengan tingkat kemanisan yang sama.


Mengenal Gula yang Lebih Sehat untuk Tubuh


Simak Video "Waspada! Ini Bahaya Konsumsi Makanan Manis Bagi Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/idr)