Rabu, 17 Jul 2019 20:08 WIB

Anak Punya Penyakit Jantung Bawaan Belum Tentu Harus Operasi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi anak pengidap penyakit jantung bawaan. Foto: Thinkstock Ilustrasi anak pengidap penyakit jantung bawaan. Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika anak didiagnosis mengidap penyakit jantung bawaan (PJB), orang tua pasti khawatir dan cemas. Terlebih lagi kebanyakan kasus PJB harus ditangani dengan cara operasi.

Membayangkan kata operasi saja bisa membuat orang dewasa ketakutan meski prosedur tersebut bertujuan untuk menyembuhkan pasien. Namun orang tua disarankan agar tidak panik, sebab penanganan PJB tak selalu dengan operasi.

"Kalau mendengar operasi, (anak) sunat juga ibu-ibu sudah takut. Pertama pasti terpikir yang seram-seram. Jadi pada penyakit jantung bawaan kalau tidak perlu dioperasi ya nggak usah dioperasi," jelas pakar jantung anak dari RSIA Harapan Kita, dr Winda Azwani, SpA(K), saat dijumpai detikHealth pada Rabu (17/7/2019).


Pada beberapa kasus penyakit jantung bawaan, memang terdapat beberapa bayi yang hanya membutuhkan kateterisasi dan tidak perlu operasi besar apalagi pembelahan dada. Selain itu pemulihannya pun relatif singkat dan tidak meninggalkan bekas luka yang besar.

Meski tidak membutuhkan operasi, penanganan pada penyakit jantung bawaan harus dilakukan sesegera mungkin agar tidak menyebabkan komplikasi atau risiko kesehatan lain pada bayi atau anak ketika beranjak dewasa.

"Keterlambatan kateterisasi bisa mengakibatkan pasien sakit berulang dan membutuhkan perawatan lebih dari rumah sakit. Jadi kalau anaknya biru, masa mau dibiarkan saja?" pungkasnya.



Simak Video "Cara Murah dan Mudah Hindari Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)