Kamis, 18 Jul 2019 14:56 WIB

Anak Gemuk Dibilang Lucu dan Wajar? Dokter Ingatkan Bahaya Obesitas

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi anak gemuk. Foto: Thinkstock Ilustrasi anak gemuk. Foto: Thinkstock
Jakarta - Beberapa orang tua menganggap anak dengan tubuh gemuk itu wajar dan bahkan lucu dilihat. Padahal anak dengan tubuh gemuk bisa memiliki risiko yang berbahaya nantinya.

Dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah, dr Yovita Ananta, SpA menegaskan bahwa anak dengan tubuh gemuk bisa berisikoobesitas dan penyakit-penyakit menyertai.

"Kalau anak-anak gemuk dibilang lucu, kalau bayi nggak berlipat-lipat pahanya dibilang nggak lucu. Padahal kan itu bisa obesitas. Ini kalau obesitas terjadi waktu bayi belum tentu gedenya kurus," ujarnya saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).



dr Yovita juga mengatakan bahwa banyak orang tua yang belum memiliki kesadaran akan bahaya kegemukan. Efek jangka panjang dari kegemukan bisa memicu terjadinya obesitas disertai masalah kesehatan lain, seperti masalah pada kesehatan jantung, paru-paru, hingga kematian.

"Pada paru-paru bisa risiko asma yang lebih tinggi, henti napas saat tidur. Masalah pencernaan bisa menyebabkan asam lambung meningkat, masalah liver bisa jadi kanker, batu empedu, kanker kolon yang lebih sering pada orang obesitas," jelasnya.

Obesitas sendiri merupakan masalah global yang menurut data de Onis AmJ Clin Nutr tahun 2010, prevalensi gizi lebih atau overweight dan obesitas pada anak di dunia meningkat dari 4,2 persen pada tahun 1990 menjadi 6,7 persen di tahun 2010.

Faktor-faktor penyebab obesitas pada anak pun beragam, mulai dari pola makan yang tidak seimbang hingga kurangnya aktivitas fisik. Terlalu sering penggunaan gadget pun berpengaruh pada obesitas anak dan remaja.

"Memang masih banyak orang tua yang menganggap overweight dan obesitas itu masalah kesehatan, hanya melihat ini masalah fisik saja.



Simak Video "Anak Doyan Minum Manis? Ini Solusinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)