Sabtu, 20 Jul 2019 18:13 WIB

Senyum Ceria Anak dan Para Ortu Belajar Menyikat Gigi di Pulau Rinca

Aditya Mardiastuti - detikHealth
Anak-anak tampak antusias belajar cara menyikat gigi dengan benar (Foto: Aditya Mardiastuti/detikHealth) Anak-anak tampak antusias belajar cara menyikat gigi dengan benar (Foto: Aditya Mardiastuti/detikHealth)
Manggarai Barat, NTT - Puluhan anak-anak SD di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) antusias belajar menyikat gigi. Mereka terlihat bersemangat mengikuti petunjuk dokter gigi yang memberi arahan.

Senyum mengambang di wajah mereka, beberapa di antaranya memilih berteduh. Sebagian lagi ikut berbaris rapi dan rela berpanas-panasan.

Masing-masing terlihat sibuk memegang sikat maupun gelas berisi air bersih. Beberapa di antaranya terlihat kerepotan membawa tas jinjing merah sambil menyikat gigi dan meminta ibunya membawakan tas mereka.

"Jangan lupa sikatnya atas ke bawah ya, satu arah," tutur salah satu dokter di depan anak-anak SD Pulau Rinca, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (20/7/2019).



Foto: Aditya Mardiastuti/detikHealth


Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan bakti sosial yang dilakukan Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI) dan ARA Foundation di Pulau Rinca. Selain sikat gigi massal, para orang tua juga kebagian kacamata maupun gigi palsu.

Tak hanya itu, para dokter gigi ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan bagi warga Pulau Rinca. Mereka juga kerja bakti membersihkan sampah maupun mengecat fasilitas pusat kesehatan desa (Puskesdes).

Para orang tua yang menunggu anak mereka belajar sikat gigi ada juga yang memeriksakan kesehatannya. Mereka mengaku senang karena bisa menambal gigi gratis.

"Di sini tidak ada dokter gigi, kalau kami sakit gigi harus ke Labuan Bajo. Kadang ya ditahan karena biayanya mahal," tutur Ratna.



Foto: Aditya Mardiastuti/detikHealth


Di lokasi yang sama, istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Julie Sutrisno Laiskodat mengapresiasi kegiatan ini. Dia berharap banyak pihak turut serta membangun NTT.

"Kami tahu bahwa kami tidak bisa jalan ssendiri, segala sesuatunya kami sendiri. Kalau kami datang pakai slogan sapu lidi, dia mau kasih bersih satu tempat tidak bisa seorang diri harus segenggam dan diikat, keroyokan dan bergandengan tangan," kata Julie.

Dia berharap kegiatan semacam ini makin banyak lagi. Sehingga diharapkan masyarakat NTT, khususnya Pulau Rinca bisa semakin terbantu.

"Saya berharap kita tidak hanya setop di sini. Kami terkenal dengan komodo dan seluruh dunia hanya ada di kami. Di kabupaten lain kami punya banyak pariwisata, terima kasih untuk jadi jurkam kami NTT, untuk mempromosikan kami, silakan bapak-ibu kembali ceritakantempat kami, memang banyak kekurangan kami, tolong kami beri saran pemerintah pendapat agar kami bisa koreksi diri," urainya.



Simak Video "Drg. Yoan Jadi Seksi Habis Dibully"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/up)