Senin, 22 Jul 2019 10:00 WIB

Benarkah Anak Rentan Terpapar Radiasi Gadget? Ahli Kanker Menjawabnya

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Ilustrasi anak main gadget. Foto: iStock Ilustrasi anak main gadget. Foto: iStock
Jakarta - Kebiasaan anak bermain gim dan menonton tayangan kesukaan mereka di gadget hingga kecanduan membuat orang tua resah. Bahkan muncul trik viral seperti membuat 'mata panda' atau mewarnai hitam area mata anak saat anak tertidur untuk memberi efek jera saat bangun. Anak yang rutin menggunakan gadget akan lebih banyak terpapar radiasi. Bagaimana itu memengaruhi kemunculan kanker?

Radiasi dapat meningkatkan risiko terkena kanker otak, namun belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa radiasi dari gadget bisa menyebabkan kanker.

"Studi epidemiologi yang betul-betul valid itu belum ada (bukti). Biasanya harus menunggu 10-20 tahun untuk bisa menjawab pasti karena studi epidemologi kan harus lihat banyak dan jumlah lamanya. Tapi sejauh ini belum ada, lah. Makanya belum ada larangan," kata Ketua Perhompedin (Perhimpunan Dokter Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia) Jaya, dr Ronald A Hukom, SpPD-KHOM, FINASIM, Jumat (19/7/2019).



Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak memberikan efek negatif bagi kesehatannya. Seharusnya, anak di usia emas 0-5 tahun lebih banyak berinteraksi secara langsung dengan anak-anak lain untuk mengeksplor hal baru. Namun, kerap kali orang tua memberi ponsel pada anak supaya anak tenang.

Bila terus dibiarkan, kebiasaan bermain gadget pada anak dapat meningkatkan risiko autisme, yakni kelainan perkembangan yang biasanya muncul sejak kecil untuk seumur hidup.

"Dia harus meniru lingkungan, harus interaksi dengan lingkungan, tapi kalau dikasih gadget? jadi terlalu fokus, tidak mau diganggu, nah di situ perkembangannya terhenti," ujar dr Melly Budhiman, SpKJ kepada detikHealth Jumat (19/10/2018) silam.



Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed