Selasa, 23 Jul 2019 14:31 WIB

Salah Kaprah Santan dan Durian yang Sering Dianggap Gudang Kolesterol

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Durian kerap disebut tinggi kolesterol, padahal tidak. Foto: Eko Susanto/detikcom Durian kerap disebut tinggi kolesterol, padahal tidak. Foto: Eko Susanto/detikcom
Jakarta - Mitos yang beredar di masyarakat menunjukkan bahwa santan dan durian 'katanya' berbahaya, sebab mengandung kolesterol. Padahal sebaliknya, keduanya punya manfaat yang baik untuk tubuh.

Biasanya orang mengganti santan dengan susu pada makanan karena santan dianggap jahat. Kenyataannya, kolesterol ditemukan dalam susu dan tidak ada pada santan.



"Santan itu luar biasa, di dalam santan dan minyak kelapa terdapat asam laurat sekitar 55 persen. Asam laurat adalah asam lemak sehat yang ada pada ASI. Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa asam laurat bisa cegah kepikunan," terang ahli gizi yang juga Presiden Vegan Society of Indonesia Dr. Drs. Susianto, MKM pada Minggu (21/7/2019).

Sama seperti santan, durian juga sering mendapat stigma sebagai gudangnya kolesterol.

"Santan, minyak kelapa, durian, sudah bagus gizinya tapi suka difitnah. Kenapa durian dan santan tidak mengandung kolesterol? Semua tumbuhan tidak mengandung kolesterol," ujar Susianto.

Mitos yang terbukti tidak benar itu didukung oleh fakta bahwa hanya tubuh manusia dan hewan saja yang mempunyai kemampuan membentuk kolesterol di organ hati. Ikan, yang punya kandungan gizi melimpah, juga mengandung kolesterol.



Simak Video "Benar Nggak Sih Makan Durian Bisa Tingkatkan Kolestrol Tubuh?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)