Selasa, 23 Jul 2019 18:32 WIB

Bersetubuh Atasi Hipotermia? Ini Komentar Dokter Soal Metode Skin to Skin

Firdaus Anwar - detikHealth
Netizen ramai komentar skin to skin bukan berarti bersetubuh. (Foto: Tangkapan layar Instagram) Netizen ramai komentar skin to skin bukan berarti bersetubuh. (Foto: Tangkapan layar Instagram)
Jakarta - Bagi seorang pendaki hipotermia adalah ancaman kesehatan yang bisa selalu mengintai. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah normal sehingga berisiko menimbulkan penurunan fungsi organ bahkan bisa sampai menyebabkan kematian.

Terkait hal tersebut belakangan viral cerita bagaimana seorang pendaki di Gunung Rinjani menyelamatkan nyawa temannya yang hipotermia dengan disetubuhi. Ada anggapan kalau hal tersebut bagian dari metode skin to skin contact.


"Gw prnah ada kasus cwek hipotermia hampir mninggal di gunung rinjani, segala cara udh dicoba tpi cewek ini gak membaik, akhirnya ada anak mapala yg berpengalaman yg nyaranin untuk menyetubuhi cewek ini agar suhu tubuhnya hangat...," cuplikan cerita tersebut.

Menanggapi hal tersebut beberapa ahli kesehatan menyebut kalau metode skin to skin apalagi sampai bersetubuh berlebihan. dr Prayoga Noor Hakim misalnya menyebut malah ada risiko bahaya terjadi gangguan ritme jantung pada korban hipotermia.

"Bersetubuh malah ga boleh sebenarnya, karena untuk skin to skin rewarming-nya aja mesti gentle bahkan gak boleh di-massage... Kalau bikin gerakan yang unnecessary bisa trigger makin parah kalau udah ada gangguan ritme jantung," kata dokter internship di RSUD Kemayoran ini kepada detikHealth, Selasa (23/7/2019).

Sementara itu menurut dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) metode skin to skin biasanya hanya dilakukan oleh ibu pada anak yang baru lahir. Alasannya karena permukaan kulit ibu yang lebih luas dari bayi bisa memindahkan panas tubuh dengan aman.

"Kalau skin to skin dengan luas permukaan kulit yang sama, penolong bisa ikut hipotermi. Memang panasnya dia mengalir tapi dingin juga akan ikut mengalir. Itu enggak boleh. Penolong tidak boleh jadi korban berikutnya," papar dr Wisnu saat dihubungi terpisah.



Simak Video "Cara Menangani Korban Hipotermia yang Tak Sadarkan Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)