Rabu, 24 Jul 2019 14:21 WIB

5 Penyakit Ini Dikaitkan dengan Manfaat Ganja Medis

Kintan Nabila - detikHealth
Salah satu pemanfaatan ganja medis (Foto: REUTERS/Guadalupe Pardo) Salah satu pemanfaatan ganja medis (Foto: REUTERS/Guadalupe Pardo)
Jakarta - Aktor muda Jefri Nichol ditangkap terkait penyalahgunaan ganja. Jenis narkoba yang satu ini memang kontroversial, di beberapa negara dimanfaatkan untuk obat.

Di Indonesia, ganja memang digolongkan sebagai narkotika golongan 1. Artinya tidak boleh dipergunakan untuk layanan kesehatan, dan hanya boleh dipakai dalam jumlah terbatas untuk penelitian. Itupun dengan izin dari pihak berwenang.

Nah di beberapa negara, ganja medis boleh dipakai untuk pengobatan. Berbagai penelitian telah dilakukan terkait hal itu.



Dikutip dari Readerdigest, inilah beberapa penyakit yang bisa diobati dengan ganja:

1. Epilepsi

Ganja bisa menghentikan kejang menjadi populer berkat film dokumenter Weed, yang menampilkan seorang anak bernama Figi yang mengalami ratusan kejang seminggu, ia kehilangan kemampuannya untuk berjalan, berbicara, dan makan.

"Hal itu mengilhami penelitian mendalam tentang efek kanabinoid, terutama pada anak-anak," kata Fiona Clement, associate professor di University of Calgary.

Sebuah penelitian baru-baru ini tentang penggunaan cannabinoid untuk anak-anak dengan kondisi epilepsi yang resisten terhadap pengobatan melaporkan frekuensi kejang menurun hingga 20 persen dan kadang-kadang turun ke nol.

2. Demensia

Penelitian menunjukkan bahwa cannabinoid membantu menghilangkan gumpalan amiloid atau penumpukan protein di otak yang merupakan ciri khas penyakit Alzheimer. Namun, uji coba terhadap manusia belum dibuktikan.



3. Insomnia

Orang-orang menggunakan ganja untuk membantu masalah tidur. Ada bukti yang menjanjikan bahwa obat-obatan berbasis kanabinoid dapat bekerja mengobati gangguan tidur. Sejauh ini, penelitian telah melihat efektivitas ganja untuk mengobati masalah tidur seperti sleep apnea, fibromyalgia atau MS (Multiple Sclerosis)

4. Kanker

Cannabinoid telah terbukti membunuh sel kanker di laboratorium, tetapi belum bisa menyembuhkan kanker di kehidupan nyata. Bahkan, penelitian lain menemukan bahwa ganja juga merusak pembuluh darah yang penting, melemahkan sistem kekebalan tubuh atau bahkan mendorong beberapa sel kanker untuk tumbuh.

5. Glaukoma

Keyakinan bahwa ganja bisa mengobati glaukoma dimulai pada tahun 1970-an, ketika penelitian menunjukkan bahwa ganja bisa menurunkan tekanan pada mataa yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

Namun, penelitian lebih lanjut menemukan bahwa ganja hanya mempertahankan hasil ini selama beberapa jam, sehingga penderita harus menggunakan obat ini hingga delapan kali sehari agar bermanfaat.



Simak Video "Kini Dilegalkan di Kanada, Apa Dampak Ganja untuk Kesehatan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)