Kamis, 25 Jul 2019 12:03 WIB

Unik! Ahli Astronomi Dilibatkan untuk Perangi Kanker Payudara

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilmu perbintangan ternyata bisa dimanfaatkan untuk meneliti kanker (Foto: iStock) Ilmu perbintangan ternyata bisa dimanfaatkan untuk meneliti kanker (Foto: iStock)
Jakarta - Para ilmuwan telah mati-matian mencari cara untuk memerangi kanker. Ribuan penelitian terlah dulakukan untuk melihat apakah ada penyembuhan terbaik bagi mereka yang didiagnosis kanker.

Selain meneliti hewan dan bahan kimia lainnya, ahli bintang atau astronom juga memperkirakan adanya kemungkinan untuk melawan sel kanker dengan memperhatikan rasi bintang dan tata surya.

Para astronom yang bertugas menangalisis bintang dan planet baru-baru ini menemukan bahwa teknik yang mereka gunakan untuk menjelajah alam semesta dapat dipergunakan untuk membantu memerangi kanker payudara dan kanker kulit. Peneliti menuturkan teknik tersebut dapat membantu mengembangkantes diagnosis secara cepat yang menghilangkan biopsi yang tak perlu.

Astronom mengandalkan deteksi dan analisis cahaya yntuk mempelajari benda-benda melintasi galaksi dan langit. Para peneliti di University of Exeter, Inggris, menuturkan kode komputer yang sama untuk mendeteksi cahaya dapat diterapkan dalam manusia untuk menganalisis jejak kanker.



Kode-kode ini mampu memindai jaringan yang terkena penyakit untuk menemukan deposit kalsium sangat kecil yang dilepaskan oleh kanker pada payudara. Penyakit ini dapat dideteksi melalui pergeseran panjang gelombang cahaya.

"Cahaya sangat penting bagi beragam kemajuan medis, seperti mengukur oksigenasi darah bagi bayi prematur. Jadi ada hubungan alami dengan astronomi dan kami seenang menggunakan pekerjaan kami untuk mengatasi kanker," kata peneliti dari University of Exeter, Charlie Jaynes, dikutip dari Medical Daily.

Kode komputer yang sama juga bisa digunakan untuk kanker kulit non melanoma. Peneliti sedang mengembangkan teknologi lain untuk mensimulasikan efek obat yang diaktifkan oleh cahaya dan nanopartikel yang dipanaskan dengan cahaya sebagai perawatan.

"Kemajuan dalam ilmu dasar tidak boleh dilihat secara terpisah, tak terkecuali astronomi. Meskipun tidak bisa diprediksi secara awal, penemuan dan tekniknya bisa menguntungkan masyarakat," pungkas Charlie.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)