Jumat, 26 Jul 2019 19:30 WIB

Erupsi Tangkuban Perahu Bikin Sesak Napas, Waspadai Silikosis Abu Vulkanik

Firdaus Anwar - detikHealth
Jalan menuju gunung tangkuban perahu yang erupsi ditutup. (Foto: Yudha Maulana)
Jakarta - Gunung Tangkuban Perahu erupsi pada Jumat (26/7) sore memuntahkan abu vulkanik. Petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) melakukan proses evakuasi warga dan para pengunjung salah satu tempat wisata favorit di Jawa Barat ini.

Laporan dari Kapolsek Lembang Kompol Sutarman mengatakan belum ada korban jiwa yang terdeteksi, kendati begitu dilaporkan ada dua orang yang dilarikan ke klinik karena mengalami sesak napas.

"Belum diketahui identitasnya apakah wisatawan atau pedagang, sekarang keduanya dibawa ke klinik Sespim," ujar Sutarman di Pos Pemantauan PVMBG.


dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPd dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pernah menjelaskan bahwa debu vulkanik dari letusan gunung api dapat menimbulkan dampak kesehatan. Salah satu kandungan dalam debu, silika, misalnya diketahui dapat memicu penyakit silikosis.

"Debu silika ini yang dapat masuk ke dalam paru atau alveoli yang akan dapat menyebabkan silikosis," ungkap dr Feni.

Dikutip dari American Lung Association, silikosis adalah kondisi di mana paru-paru terluka akibat menghirup terlalu banyak debu silika. Perkembangan penyakit silikosis bisa terjadi secara akut atau kronis tergantung dari tingkat paparan debu.

"Saat mulai terjadi perlukaan, akan mulai terbentuk jaringan parut dan pada beberapa kasus bisa berkembang menjadi kondisi fibrosis masif progresif. Ini karena jaringan parut yang parah membuat paru-paru jadi lebih kaku sehingga sulit untuk bernapas," tulis American Lung Association.

"Seiring berjalannya waktu kapasitas paru akan terus berkurang sehingga seseorang dengan silikosis mungkin akan membutuhkan alat bantu napas," lanjutnya.



Simak Video "Virus Corona Ada di Makanan Beku, WHO Sebut Belum Ada Bukti"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)