Sabtu, 27 Jul 2019 08:00 WIB

Waspada! Tak Sarapan Bisa Tingkatkan Risiko Stroke dan Penyakit Jantung

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi sarapan. (Foto: thinkstock) Ilustrasi sarapan. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Seringkali orang melewatkan sarapan karena merasa belum lapar atau sedang dalam diet. Banyak juga yang beralasan tak sarapan karena takut mulas dan sakit perut. Padahal, sarapan bisa sangat bermanfaat agar tubuh tetap berenergi hingga siang hari.

Selain itu, sebuah penelitian menemukan fakta mengejutkan tentang sarapan. Melewatkan sarapan ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung.

Studi observasi yang dipublikasikan dalam The American Collage of Cardiology menemukan orang yang sering melewatkan sarapan lebih cenderung mengalami obesitas dan kolesterol tinggi. Dibandingkan dengan mereka yanng sarapan tiap hari, kelompok yang melewatkan makan pagi memiliki peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 87 persen.


Selain itu, mereka yang sering melewatkan sarapan memiliki peningkatan risiko terkena penyakit jantung sebesar 59 persen dan risiko terserang stroke sekitar 3 kali lipat.

"Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa melewatkan sarapan berkaitan dengan risiko diabetes,, hipertensi, dan kolesterol yang lebih tinggi. Studi ini menunjukkan cara sederhana untuk meningkatkan kesehatn jantung," tutur penulis Dr Wei Bao dari University of Iowa, dikutip dari The Independent.

Meski demikian kebiasaan hidup lain seperti pola makan yang tidak sehat dan jarang beraktivitas atau berolahraga yang juga dikaitkan dengan tidak sarapan pagi bisa menjadi penyebab terserang penyakit mematikan tersebut.

Secara keseluruhan, penelitian ini mendukung pemahaman umum bahwa sarapan adalah salah satu faktor pembentuk gaya hidup sehat. Tapi kualitas dari apa yang kamu makan untuk sarapan juga tak kalah pentingnya.



Simak Video "3 Ide Sarapan Sehat yang Simple ala Petite Diva"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)