Minggu, 28 Jul 2019 16:45 WIB

Entecavir, Obat Hepatitis yang Gambarnya Kerap Viral Jadi Meme Lucu

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Entecavir merupakan obat penangkal virus untuk mengatasi hepatitis B (Foto: Viral) Entecavir merupakan obat penangkal virus untuk mengatasi hepatitis B (Foto: Viral)
Jakarta - Gambar obat entecavir kerap menghiasi meme-meme lucu di internet, tak lain karena namanya mudah diplesetkan. Ternyata obat ini memang betulan ada, dipakai sebagai terapi oral untuk hepatitis B.

Hepatitis B merupakan jenis hepatitis atau penyakit radang hati yang banyak diidap baik di Indonesia maupun di dunia yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Selain vaksin yang sudah tersedia gratis, pengidap hepatitis B kronis juga perlu mengonsumsi obat.

Entecavir dijual dalam berbagai merk dagang. Fungsi obat ini adalah untuk menghambat replikasi virus dan sudah masuk dalam Fornas (Formularium Nasional), namun belum ada dalam e-Katalog.

Situs WebMD menyebutkan entecavir tidak bisa menyembuhkan hepatitis B. Obat ini juga tidak mencegah penyebaran virus melalui kontak seksual maupun kontaminasi darah atau cairan tubuh, namun hanya untuk mengurangi jumlah virus di dalam tubuh.



Soal pengobatan, Dr dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM menyebutkan bahwa tidak semua pengidap hepatitis B perlu rencana pengobatan. Untuk bisa diobati, pasien harus memenuh kriteria-kriteria tertentu, karena sekali pasien memulai pengobatan, kemungkinan untuk mengonsumsinya seumur hidup akan semakin besar.

Ia menyebut untuk dua jenis hepatitis yang berisiko komplikasi, yakni tipe B dan C, memiliki kelebihan masing-masing soal pengobatan. Di mana hepatitis B sudah tersedia vaksin dan obat, namun pengobatannya cukup rumit, sementara hepatitis C belum ada vaksin, namun pengobatannya relatif lebih mudah.



Ditemui dalam peringatan Hari Hepatitis Sedunia di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/7/2019), Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH mengatakan dalam kurun waktu 3-4 tahun terakhir pengobatan hepatitis memiliki kemajuan yang sangat besar. Untuk mencapai kesembuhan sangat sulit karena selain efek samping obat, harganya juga mahal.

"Untuk hepatitis B, pengobatannya juga sudah ada dan jelas-jelas pengobatan ini bisa mengurangi atau menghilangkan kemungkinan terjadinya kanker hati ataupun sirosis hati apabila diketahui dan diobati. Persoalannya sekarang adalah bagaimana mereka yang terkena hepatitis ini mengetahui kondisi mereka sendiri sehingga bisa diobati, bisa ditanggulangi, sehingga tidak terjadi komplikasi ataupun hal-hal buruk seperti sirosis hati dan kanker hati," pungkas dr Rino.



Simak Video "Tega! Foto Bocah dengan Fisik Tak Sempurna Dijadikan Meme"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)