Minggu, 28 Jul 2019 17:20 WIB

Masih Ada yang Mengucilkan Anak dengan HIV? Main-main ke Sini Yuk

Kintan Nabila - detikHealth
Stigma negatif masih membayangi anak-anak dengan HIV (Foto: Kintan Nabila/detikHealth) Stigma negatif masih membayangi anak-anak dengan HIV (Foto: Kintan Nabila/detikHealth)
Jakarta - Bermain dan berinteraksi bersama anak dengan HIV (ADHIV) bukanlah suatu hal yang beresiko menularkan HIV. Melalui kegiatan "Main Denganku, Yuk!" Bersama beberapa relawan serta yayasan Tegak Tegar dan Lentera anak pelangi, mengajak kita untuk lebih peduli dan menghargai hak-hak ADHIV.

Di usia yang terbilang muda, anak-anak ini mendapat beban psikologis dari stigma dan diskriminasi masyarakat. Sementara di sisi lain, mereka terus bergelut dengan kondisi kesehatannya.

Dalam acara ini, sekitar 50 ADHIV akan didampingi untuk bermain mulai dari melukis hingga bermain layangan. Natasya Sitorus, Manager Advokasi Lentera Anak Pelangi yang menaungi sejumlah ADHIV mengatakan, kegiatan ini memberikan dukungan psikologis yang besar untuk anak-anak asuh mereka.

"Kegiatan ini memberikan dukungan moril, sehingga anak-anak ini tidak merasa terasingkan. ADHIV juga memiliki hak bermain dan diterima di lingkungan sekitarnya," katanya saat diwawancarai detikHealth di Taman Budaya Sentul, Bogor, Minggu (28/7/2019).



Hal ini senada dengan yang dikatakan pengurus Yayasan Tegak Tegar, Veronica Juwaryanti. Ia berharap agar kegiatan seperti ini sering-sering dilakukan.

"Kegiatan bermain bersama ADHIV ini jika dilakukan secara masif lama-lama akan mengikis stigma dan diskriminasi dari masyarakat," kata Yanti, demikian sapaannya.

Stigma negatif dan diskriminasi dapat terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai HIV dalam masyarakat. Dibutuhkan edukasi yang menyeluruh dan intensif bahwa anak dengan HIV juga sama seperti anak lainnya.



Simak Video "Virus HIV Bisa Dihambat Sama Obat ARV"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)