Selasa, 30 Jul 2019 12:00 WIB

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru Stadium 4?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kanker paru stadium 4 memiliki harapan hidup yang kecil. Foto: ilustrasi/thinkstock Kanker paru stadium 4 memiliki harapan hidup yang kecil. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Ichsan Yasin Limpo (IYL) dikabarkan meninggal dunia di Jepang usia bergelut dengan kanker paru stadium 4 yang diidapnya. Pada semua kanker, stadium 4 merupakan stadium lanjut di mana angka harapan hidup umumnya sangat kecil.

Biasanya pada stadium ini, sel kanker sudah bermetastasis atau menyebar dari organ yang ditumbuhi tumor, dalam hal ini adalah paru-paru, ke organ tubuh lainnya. Situs Cancer Center menyebut sekitar 40 persen pasien didiagnosis mengidap kanker paru ketika mereka telah berada di stadium 4.

Dalam rilis yang diterima detikHealth beberapa waktu lalu, praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Prof dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menuturkan biasanya pada pasien kanker dengan stadium lanjut atau 4 bisa diprediksi kondisi atau prognosisnya oleh dokter.


"Dokter bisa memprediksi angka kelangsungan hidup (survival rate) dalam 1 tahun atau 5 tahun. Semakin lanjut sakitnya semakin rendah harapan hidupnya. Mengetahui informasi mengenai harapan hidup menjadi penting untuk diketahui oleh pasien dan keluarga pasien sehingga pasien dan keluarga lebih siap menghadapi kematian," tulisnya.

Ada tiga hal yang bisa terjadi pada pasien kanker usai menjalani proses pengobatan, yakni remisi, remisi dengan gejala sisa atau kematian. Kematian yang terjadi memang bisa diprediksi diawal saat kepastian diagnosis pasien ditegakkan.

dr Ari mengatakan bahwa kanker paru jadi penyebab kematian terbesar pada laki-laki. Dalam survival rate atau harapan hidup lima tahun, pasien kanker stadium 4 hanya memiliki 4,7 persen.

"Dan kondisi ini juga dipengaruhi oleh kondisi pasien, umur, jenis kelamin, etnis dan respon terhadap pengobatan," pungkasnya.



Simak Video "Imunoterapi, Terobosan Pengobatan Baru untuk Penderita Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)