Selasa, 30 Jul 2019 18:20 WIB

Beragam Cara Hijaukan Jakarta, Urban Farming hingga Rooftop Garden

Kintan Nabila - detikHealth
Rooftop garden disebut bisa jadi kurangi dampak polusi udara Jakarta. (Foto: FIda/detikcom)
Jakarta - Memang tak mudah merombak lahan perkotaan yang terbatas untuk dijadikan hutan. Untuk menyerap polusi udara Jakarta, dibutuhkan puluhan pohon besar, berdaun lebat yang memiliki banyak zat klorofil untuk bisa mengikat CO2 dan zat polutan lainnya.

Peneliti Ekofisiologi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Dr Nuril Hidayat, mengatakan bahwa sebenarnya ada cara untuk menanam pohon di lahan yang sempit.

"Pepohonan besar lebih efektif untuk menyerap polutan. Namun untuk kota seperti Jakarta karena lahannya sempit bisa diupayakan dengan teknik urban farming, vertical garden, rooftop garden," katanya saat diwawancarai detikHealth, Selasa (30/7/2019)

Dikutip dari beberapa sumber, inilah solusi penghijauan di lahan yang terbatas

1. Vertical Garden

Taman vertikal atau kerap disebut green wall adalah teknik yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman pada bidang yang lurus, bisa berdiri sendiri atau melekat ke dinding. Vertical garden dibuat secara hidroponik atau tanpa media tanah. Fungsinya bisa menahan panas matahari, mengurangi polusi udara dan meningkatkan suplai oksigen.

2. Urban Farming (Greenhouse)

Urban farming adalah kegiatan pertanian dan perkebunan yang dilakukan di perkotaan biasanya dalam konsep rumah kaca. Faktanya penghijauan tetap bisa dilakukan dalam kondisi ruang yang sempit, paparan zat polutan dan cahaya matahari yang terbatas. Biasanya urban farming menanam hasil bumi seperti tanaman umbi-umbian. Kelebihannya, hasil panen menyehatkan karena ditanam secara organik tanpa pestisida.

3. Rooftop Garden

Seperti namanya, Rooftop garden adalah pembuatan taman di atap bangunan, bisa di atap rumah maupun gedung perkantoran. Tidak seperti vertical garden yang hanya bisa dibuat dengan hidroponik. Rooftop garden bisa dibuat dengan media pot, maupun aeroponik dengan media air.

Simak Video "Kualitas Udara Jabodetabek Memburuk, Amankah Olahraga Outdoor?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)