Kamis, 01 Agu 2019 08:07 WIB

Kurang Minum Bisa Bikin Stroke atau Serangan Jantung? Ini Kata Ahli

Firdaus Anwar - detikHealth
Benarkah kurang minum air bisa bikin stroke atau kena serangan jantung? Foto: Istimewa Benarkah kurang minum air bisa bikin stroke atau kena serangan jantung? Foto: Istimewa
Jakarta - Di tengah kesibukan di kantor mungkin beberapa di antara kita ada yang jadi lebih jarang minum. Nah di media sosial beredar informasi yang menyebut hal ini bisa membuat darah kental sehingga berisiko terjadi stroke atau serangan jantung.

"Saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak tersendat. Otak tidak lagi encer karena sel-sel otak adalah yang paling borong mengonsumsi makanan dan oksigen. Ini yang mengakibatkan stroke," contoh potongan pesan dari informasi yang beredar di media sosial.


Menanggapi hal tersebut spesialis jantung dr Vito A Damay, SpJP (K), MKes, FIHA, FICA menjelaskan bahwa memang kurang minum air bisa menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada kekentalan darah. Secara logika darah kental akan membuat kerja jantung lebih berat oleh karena itu risiko stroke atau serangan jantung tentu ada.

Namun demikian dr Vito menegaskan bahwa masalah kurang minum air bukan faktor utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Ada hal lain yang harus lebih diperhatikan oleh seseorang misalnya hipertensi, kolesterol, diabetes, hingga kebiasaan merokok.

"Orang cenderung cari oh ini menyebabkan ini, ini menyebabkan ini. Memang iya tapi yang paling utama jangan dilupakan. Mau minum air tiap hari juga kalau masih merokok ya sama aja," kata dr Vito ketika ditemui detikHealth pada acara Heart at Work di Auditorium Bank Mega, Rabu (31/7/2019).

"Jadi walaupun benar bisa berkontribusi tapi itu enggak terlalu besar dibandingkan faktor utama kaya kolesterol tinggi, merokok, kencing manis, hipertensi. Itu yang utama," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Penulis Vabyo Kena Stroke di Usia 35 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)