Kamis, 01 Agu 2019 11:20 WIB

Salah Diberi Obat, Bocah Ini Tertidur dan Tak Pernah Bangun Lagi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi anak sedang tidur. Foto: thinkstock Ilustrasi anak sedang tidur. Foto: thinkstock
Jakarta - Butuh lebih dari empat bulan bagi Melissa Sheldrick untuk mengetahui penyebab di balik meninggalnya Andrew, anak lelakinya yang berusia 8 tahun. Saat itu, Andrew meminum obat malamnya, pergi tidur dan tak pernah terbangun lagi.

Andrew memiliki gangguan tidur dan harus meminum obat tiap hari. Obat tersebut adalah asam amino yang diubah menjadi cairan karena usianya yang masih muda menyulitkan dirinya untuk mengonsumsi tablet.

"Kami pergi mengambil tambahan obatnya suatu hari dan memberikan obat padanya dan ia pergi tidur lalu ia tak bangun lagi keesokan paginya," kata Melissa asal Kanada, seperti dikutip dari ABC News Australia.

Setelah melakukan investigasi, mereka menemukan bahwa ada kesalahan pengganti yang dilakukan oleh apotek tempat mereka membeli obat. Obat yang salah dicampur ke dalam cairan obatnya, yakni pelemas otot dan Andrew diberikan nyaris tiga kali dosis yang diresepkan.


Tragedi tersebut terjadi tiga tahun yang lalu dan kini Melissa menyebarkan kampanye ke seluruh dunia untuk menghentikan kesalahan yang menewaskan sang anak tersebut melalui reformasi hukum.

"Ini soal pembelajaran. Kita tak tahu apa yang tidak kita ketahui. Kami harus mengumpulkan data untuk bisa melihat di mana letak kesalahan dan bagaimana itu bisa terjadi. Bukan masalah siapa yang melakukannya, tapi lebih bagaimana bisa terjadi dan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya terjadi lagi," kata Melissa.

Ketua Yayasan Farmasi Australia (PSA), Belinda Wood, mengamini kata-kata Melissa dan telah mengungkapkan penelitian yang menunjukkan sejumlah kesalahan terkait medis yang mengkhawatirkan.

"Kesalahan medis bisa terjadi saat meresepkan, saat pengeluaran, dan bahkan saat administrasi. Apa yang ingin kita lihat di sini adalah perbaikan kualitas yang berlanjut dan belajar dari kesalahan serta nyaris terlewat yang terjadi agar kita bisa mengurangi jumlah kesalahan medis," pungkasnya.






Simak Video "Ketika Anak Beranjak Remaja Minum ASI, Apa Efeknya?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)