ADVERTISEMENT

Kamis, 01 Agu 2019 12:30 WIB

Hoax Foto Anak Babi Mirip Manusia, Ini Penjelasannya

Firdaus Anwar - detikHealth
Potret dan video gambar 'anak babi setengah manusia' ini banyak beredar di media sosial. (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta - Di media sosial beredar banyak gambar serta video menunjukkan apa yang tampak seperti anak babi baru lahir menyerupai manusia. Unggahan beberapa kali disebarkan dengan keterangan lokasi dan latar belakang yang berbeda-beda.

Satu unggahan di Facebook tahun 2018 menyebut anak babi mirip manusia ini ditemukan di Bangka Belitung sementara lainnya menyebut China. Unggahan lain tahun 2019 menyebut hal ini disebabkan oleh hubungan gelap antara seorang laki-laki dengan induk babi.

Bagaimana kenyataannya? Menurut halaman pengecekan fakta stophoax yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia berbagai cerita tentang anak manusia setengah babi tersebut adalah hoax alias bohong.


Faktanya gambar tersebut adalah hasil karya artis Italia, Laira Maganuco, yang terbuat dari silikon. Dalam instagramnya Laira memang sering membagikan hasil karya unik menggabungkan wujud manusia dengan hewan.

"Saya suka hal-hal mengerikan dan mahluk gabungan. Kalau kamu?" tulis Laira dalam keterangan profilnya.

Para ilmuwan genetik dari Standford dalam situsnya The Tech menjelaskan bahwa manusia secara alami tidak bisa menghasilkan keturunan dengan hewan lain. Alasannya karena perbedaan genetik yang begitu jauh.

Gabungan genetik yang sesuai dibutuhkan karena menjadi instruksi bagi sel untuk membelah diri berkembang menjadi embrio sehat.

"Bayangkan seperti kamu mengambil instruksi membuat pesawat terbang dan instruksi membuat pengeriting rambut lalu digabungkan. Hampir mustahil hasilnya adalah alat pengeriting rambut yang bisa terbang. Kemungkinan besar kamu hanya akan berakhir dengan rongsokan metal yang tidak bisa apa-apa," tulis salah satu peneliti Amanda Jacobson.

"Kurang lebih seperti itu alasannya kenapa kita tidak dapat menemukan mahluk setengah manusia setengah anjing. Instruksi (genetiknya) begitu berbeda untuk mendapatkan sesuatu," pungkasnya.



Simak Video "Pasien Pertama Penerima Cangkok Jantung Babi Meninggal, Ini Kata Ahli"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT